13 Negara Ikut Workshop Managemen Bencana TDMRC

17.04.2018 Humas

Sebanyak 13 negara mengikuti workshop managemen bencana yang diselenggarakan oleh Tsunami Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) Universitas Syiah Kuala. Kegiatan yang bertajuk: International Workshop On Management for Countries in The Regions of Pacific, Africa, Europe, South America and Carribean 2018  ini dilaksanakan  di Kryiad Muraya Hotel. (Senin, 16/4).

Wakil Rektor IV Unsyiah Dr. Nazamuddin MA mengatakan, sejak  tsunami yang terjadi pada 2004 silam Unsyiah telah aktif mengkampanyekan managemen risiko bencana, khususnya di kawasan yang rentan terhadap dampak tsunami. Sebab Unsyiah telah berkomitmen untuk terus mengembangkan pengetahuan dan teknologi dalam menanggulangi bencana, mengurangi dampaknya.

“Selain itu, kita juga ingin meningkatkan kemampuan mahasiswa, dosen serta institusi Unsyiah terhadap mitigasi bencana ini,” kata Nazamuddin.

Oleh sebab itu, pada tahun 2006 Unsyiah telah mendirikan pusat penelitian bernama TDRMC. Di mana pusat penelitian ini telah melayani sejumlah organisasi baik secara individu maupun komunitas.

“pada saat yang sama, pusat penelitian ini juga  secara sistematis telah mengembangkan kapasitasnya untuk memberikan pengetahuan yang lebih baik dalam manajemen bencana,” ujar Nazamuddin.

 

Ketua Panitia Ibnu Rusdi mengatakan, workshop ini merupakan kerja sama antara Kementerian Luar Negeri Indonesia dengan Tsunami Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) Unsyiah. Di mana para pesertanya berasal dari negara yang memiliki kondisi geologis yang sama dengan Aceh.

“Negara-negara tersebut berasal dari kawasan dengan risiko bencana yang tinggi seperti negara di kawasan Asia Pasific,” ujarnya.

Diplomat Senior Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia Savitri Wahab mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah Indonesia dalam upaya membangun kesadaran kolektif terhadap manajemen risiko bencana.

Untuk itulah, Aceh sebagai contoh yang ideal untuk menyelenggarakan kegiatan ini sebab  Aceh memiliki pengalaman yang panjang dalam menanggulangi risiko bencana.

“Aceh punya pengalaman dalam disaster management. Saya kira itu fokus yang akan kami berikan karena sebagai negara Indonesia, kita punya tanggung jawab untuk meningkatkan kapasistas management disaster-nya,” ujarnya