22 Kegiatan Meriahkan Unsyiah Fair 13

11.11.2018 Humas

Sebanyak 22 kegiatan memeriahkan keseruan Unsyiah Fair ke-13. Hal ini disampaikan Ketua Panitia Unsyiah Fair ke-13, Rival Perwira, saat malam opening ceremony, Jumat (2/11), di gedung AAC Dayan Dawood Unsyiah, Banda Aceh. Kegiatan tahunan ini berlangsung selama lima hari terhitung dari tanggal 2-7 November 2018.

Disebutkan Rival, selain kegiatan malam ini, Unsyiah Fair juga dimeriahkan dengan dialog kebangsaaan, donor darah, sosialisasi beasiswa, kuis rangking 1, musikalisasi puisi, studentpreneur, lomba daur ulang, debat nusantara, lomba essai, fotografi, lomba Vlog, lomba opini, seminar nasional, UKM days, nonton bareng, seminar perempuan, lomba akustik, lomba kerakyatan, Unsyiah Fair Awards, dan malam puncak clossing ceremony.

“Kegiatan tahun ini kita mengangkat tema “Sahabat Merajut Asa dalam Karya” yang menggambarkan kreatifitas mahasiswa Unsyiah,” jelasnya.

Selain untuk memeriahkan milad Unsyiah ke-57 tahun, Unsyiah Fair juga mengelar konser penggalangan dana untuk korban gempa dan tsunami di Palu-Donggala. Konser ini menghadirkan dua penyanyi ternama, yaitu Is Pusakata (Eks Payung Teduh) dan Rafly Kande. Rival berharap donasi yang terkumpul dari konser ini dapat membantu para korban yang tertimpa musibah.

Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng., mengatakan Unsyiah Fair merupakan sebuah wadah yang menampung kreatifitas mahasiswa Unsyiah. Untuk itu, ia menantang para mahasiswa untuk terus berkreatifitas serta berinovasi setiap tahunnya. Terlebih lagi Indonesia saat ini berada di peringkat 68 dunia dalam hal inovasi.

“Mahasiswa bukan hanya berkarya untuk Unsyiah Fair, tapi juga harus berkarya untuk Indonesia. Apakah mahasiswa siap berinovasi?” tanya Rektor di hadapan ribuan mahasisa yang hadir

Rektor melanjutkan jika di tahun 2030-2045 nanti, Indonesia memasuki bonus demografi. Ini menjadi tuntutan apakah negara ini mampu melahirkan pemuda yang inovatif.

“Jika kita bersama, kita yakin di tahun 2045 Indonesia dapat menjadi 5 negara terbesar di dunia. Untuk itu, kita tidak boleh dikotak-kotakkan oleh kepentingan apapun,” harapnya. [Humas Unsyiah/mr]