Azwardi, Dosen FKIP Unsyiah, Luncurkan 45+ Produk Literasi

26.11.2018 Humas

Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsyiah, Azwardi, S.Pd., M.Hum., meluncurkan 45+ produk literasi dan bedah buku yang berlangsung di Auditorium FKIP Unsyiah, Selasa (20/11). Kegiatan bertajuk ‘Peluncuran Produk Literasi Karya Azwardi’ ini menghadirkan tiga pembedah, yaitu Fairus, S.Ag., M.A., (Dosen UIN Ar-Raniry/penulis buku), Dr. Ramli, M.Pd., (Dosen Unsyiah/pegiat jurnal ilmiah berkala), dan Asnawi Kumar (Penulis senior).

Azwardi mengatakan 45+ produk literasi ini merupakan karya akademiknya yang telah dipublikasi. Karya ini mencakup 23 buku, 27 artikel jurnal ilmiah, dan 39 artikel populer media massa. Selain menghimpun hasil karyanya, peluncuran buku ini juga sebagai ungkapan atas usianya yang telah memasuki 45 tahun.

Dalam sambutannya, Azwardi berpesan untuk menulis dengan cinta. Sebab menulis dengan cinta akan melibatkan hati, sedangkan menulis dengan nafsu hanya untuk sekadar unjuk diri.

“Jadilah penulis yang dibayar karena menulis, bukan penulis yang menulis karena dibayar. Seorang penulis yang dibayar karena menulis bermakna bahwa ia penulis yang eksis dan selalu butuh menulis,” ujarnya.

Dekan FKIP Unsyiah, Dr. Djufri, M.Si., mengapresiasi kegiatan literasi ini dan berharap dapat menjadi inspirasi dan tradisi bagi para sivitas akademika Unsyiah lainnya.

“Semoga kegiatan akademik ini menjadi inspirasi dan tradisi ilmiah bagi sivitas akademika demi mengharumkan nama jurusan, fakultas, universitas, serta Aceh,” ujarnya.

Sementara itu, secara terpisah Kepala Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M) Unsyiah, Prof. Dr. Adlim, M.Sc., mengatakan bahwa dosen penulis terbanyak dalam tiga tahun terakhir perlu mendapatkan apresiasi secara proporsional dan profesional. Ia akan mengusulkan kepada Rektor Unsyiah untuk memberikan penghargaan kepada mereka.

Kegiatan bertemakan ‘Semangat ’45: Menyebarkan 45+ Cahaya Demi Mencerdaskan Bangsa dalam Bingkai Baca Tulis’ turut dimeriahkan dengan pembacaan syair Aceh. Pembacaan ini dilakukan oleh Syech Fuadi Keulayu, seniman dari Meurahdua, Pidie Jaya. [Humas Unsyiah/fer]