Dua Profesor Inggris Bahas Kebencanaan di Unsyiah

02.05.2018 Humas

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Mitigasi Bencana Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) bersama University of Huddersfield, Inggris, menggelar kuliah tamu Analyzing the Recontruction of Post-Natural Disaster and Conflict di Balai Senat Unsyiah, Senin (30/4). Kuliah umum ini menghadirkan dua pemateri, yaitu Prof. Dilanthi Amaratunga, Ph.D dan Prof. Richard Haigh dari Global Disaster Resilience Centre, University of Huddersfield, United Kingdom.

Prof. Dilanthi menyebutkan bencana tsunami di Aceh memiliki dampak besar bagi Sri Lanka dan menimbulkan kerugian sekitar USD 1 Miliar dan menelan korban 35 ribu jiwa. Ia menambahkan, upaya rekonstruksi di Sri Langka berjalan hampir sama dengan di Aceh, seperti membangun kembali perumahan bagi korban tsunami. Selain itu, konflik yang melanda Sri Lanka mengharuskan pemerintah berhati-hati dalam memberikan bantuan. Terlebih lagi konflik tersebut telah terjadi jauh sebelum tsunami melanda Sri Langka.

“Karena ketegangan antara kedua kelompok itu, proses rekonstruksi bencana pun menjadi area yang sensitif saat itu.”

Wakil Rektor Unsyiah Dr. Nazamuddin, SE. MA., mengatakan kuliah tamu ini juga membahas ruang lingkup manajemen mitigasi resiko bencana. Terlebih lagi setelah tsunami 2004, Unsyiah menjadi mitra pemerintah dalam bidang rekonstruksi fisik maupun non-fisik.

“Tahun 2010, Unsyiah mendirikan program studi Magister Ilmu Kebencanaan. Lalu di tahun 2015, UPT Mitigasi Bencana Unsyiah ditunjuk Kemristekdikti menjadi Pusat Unggulan Iptek (PUI) karena keaktifan dan keseriusannya dalam meneliti kebencanaan,” sebut Nazam. []

 

Penulis: Muarrif Rahmat

Editor: Ferhat