FREKS Bahas Keuangan Syariah di Unsyiah

18.09.2018 Humas

Humas Unsyiah-Universitas Syiah Kuala bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) melaksanakan Forum Riset Ekonomi dan Keuangan Syariah (FREKS) mulai tanggal 18 – 20 September 2018 di Gedung AAC Dayan Dawood. (Selasa, 18/9).

Kegiatan ini mengangkat tema Mendorong Kontribusi Sektor Jasa Keuangan Syariah dalam Pemerataan Kesejahteraan Masyarakat, dengan menghadirkan Keynote Speech  Prof. Dr. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, S.E.,M.U.P sebagai Ketua Umum IAEI dan Menteri PPN/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, sekaligus melakukan pelantikan Pengurus IAEI Wilayah Aceh.

Sementara pada sesi Prominent Scholar Lecture on Islamic finance hadir sebagai pembicara Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA selaku Ketua Badan Pelaksana Wakaf Indonesia.

Rektor Unsyiah Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng mengatakan, sistem pengelolaan perbankan secara syariah ini telah berkembang begitu cepat, terutama setelah komunitas muslim di beberapa negara berpenduduk muslim di dunia memperkenalkan sistem ini.

Pada tahun 2009, sistem syariah ini telah merayap ke 300 bank dan 250 mutual funds di seluruh dunia.  Pada tahun 2014, sebanyak 2 triliun US Dollar dana telah berpindah ke sistem ini. Nilai ini kira-kira 1% dari total aset dan uang perbankan di seluruh dunia, walaupun saat itu masih berkonsentrasi di GCC (Gulf Cooperation Countries) saja, yaitu Iran dan Malaysia.  

“Pertumbuhannya semakin tajam dengan semakin terjepitnya negara-negara miskin dengan sistem perbankan umum yang didominasi oleh negara-negara barat, yang tak pernah mau menanggung “kerugian bersama” dari investasinya di negara yang sedang berkembang,” ujar Rektor.

Kondisi ini akhirnya membuat masyarakat dunia sudah membuka diri dan menerima sistem perbankan syariah. Oleh sebab itu, Aceh sebagai daerah yang kultur Islamnya relatif lebih kental di Indonesia, idealnya menjadi rujukan sebagai daerah yang berhasil tumbuh melalui sistem perbankan syariah. 

Di sisi lain, dibutuhkan studi yang mendalam untuk memperoleh formulasi tepat bagi pertumbuhan sistem keuangan Syariah. Untuk itulah, Unsyiah sebagai perguruan tinggi berbasis riset sangat siap untuk menjadi simpul utama penelitian di bidang perbankan syariah ini.

“Saat ini, Unsyiah melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnisnya telah memiliki program studi Ekonomi Islam, yang insya Allah akan dikembangkan menjadi salah satu pusat penelitian perekonomian islam dunia,” ujar Rektor.

Plt Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah MT mengatakan, perkembangan PT Bank Aceh Syariah setelah dua tahun dikonversikan semakin menggembirakan.  Dengan perkembangan yang baik itu, ia berharap Bank Aceh Syariah tidak hanya dapat berkontribusi bagi pembangunan Aceh, tapi siap berperan untuk pembangunan nasional.

Untuk itulah Pemerintah Aceh sangat mengapresiasi kegiatan-kegiatan inovatif seperti FREKS ini. Sebab hal ini sangat membantu pemerintah Aceh dalam mengedukasi masyarakat terhadap sistem perbankan syariah yang telah dijalankan oleh Pemerintah Aceh. Di sisi lain perlu adanya pembahasan yang lebih mendalam tentang potensi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di negeri ini. 

“Kami kira, forum ini adalah wahana yang sangat tepat untuk mengkaji masalah tersebut, apalagi para pakar ekonomi syariah tampil menjadi nara sumber pada pertemuan ini,” ujar Nova.