Hasil Riset Konektivitas Aceh – Andaman dilaporkan di Unsyiah

28.12.2018 Humas

Tim Market Intelligence yang terdiri dari tiga peneliti yaitu Muzailin  Affan dari Universita Syiah Kuala Teuku Cut Mahmud Aziz, S.Fil, M.A dari Universitas Al Muslim dan Ichsan Muhammd Ali Basyah dari Universitas Malikusseh,  melaporkan hasil risetnya terkait Pengembangan Konektivitas Aceh & Sumatra – Andaman Nicobar, dalam bentuk Focus Group Discussion di Balai Senat Unsyiah. (Jumat, 28/12).

Wakil Rektor IV Unsyiah Dr. Hizir saat membuka acara mengatakan, bahwa hubungan dagang antara Aceh dan India telah terjalin sejak lama. Di mana pada abad ke 13, orang-orang Aceh telah banyak menjalin kerja sama dagangnya dengan India. Oleh sebab itu, Unsyiah sangat mendukung hasil kajian ini sebagai upaya untuk membangun kembali konektivitas tersebut.

“Jadi kami pihak Unsyiah sangat senang dan menyambut baik hasil penelitian ini. Apalagi hal ini sudah dirintis oleh kedua pimpinan negara yaitu India dan Indonesia. Kita berharap hubungan antara kedua negara ini menjadi lebih baik lagi,” ucapnya.

Sementara itu Kepala  Pusat P2K2 Aspasaf  BPPK Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia  Arifi Saiman mengatakan, Kementerian Luar Negeri Indonesia memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para peneliti yang telah bekerja keras  dalam rangka pengembangan konektivitas Aceh dan Sumatra dengan kepulauan Andaman dan Nicobar.

Arifi mengungkapkan, kegiatan ini merupakan hasil kunjungan Perdana Menteri India pada tanggal 29 – 30 Mei 2018 lalu ke Indonesia. Oleh sebab itu, Kemenlu dan berbagai kalangan telah melakukan studi-tudi untuk pengembangan konektivitas yang meliputi India dan Indonesia yang di selenggarakan di Aceh.

“Jadi hasil kajian ini merupakan kegiatan yang didesain dalam rangka peningkatan kerja sama maritim antara Indonesia dan India,” ucapnya.

Lalu pada tanggal 29 Desember 2018 akan dilakukan peluncurkan  ekspedisi pioneer kapal dagang dari Aceh ke Portland Andaman Nicobar. Di mana dalam ekspedisi ini menggunakan kapal motor Aceh Milenium yang merupakan milestone dari konektivitas Aceh – Nicobar.

“Kapal tersebut akan membawa sampel-sampel dari Aceh yang berpotensi untuk diekspor,” ujarnya.

Dalam pemaparan riset ini mengungkapkan bahwa ada beberapa potensi kerja sama yang bisa dilakukan yaitu pariwisata, pendidikan, dan perdagangan. Semua kajian ini dilakukan melalui  Market Intelligence, yaitu metode atau kemampuan dalam memahami pasar. Atau bermakna, sistem pengumpulan data dari berbagai sumber  dan standarnya. Di mana pasar yang dimaksud lebih difokuskan pada penetrasi pasar luar negeri.