IFI: Dapat Beasiswa Kuliah di Prancis Mudah, Kok!

28.10.2014 Humas

Institut Francais Indonesia (IFI) mengajak putra-putri Aceh untuk melanjutkan kuliah ke Prancis. Menurut IFI, mudah sekali untuk meraih beasiswa kuliah di Prancis. Hal itu disampaikan Anton Hilman, Koordinator Nasional Campus France IFI dalam Sosialisasi Pendidikan IFI-Campus France di Balai Senat Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Jumat (24/10).

“Anggapan bahwa untuk mendapat beasiswa di Prancis itu susah, keliru. Dapat beasiswa kuliah di Prancis mudah, kok. Apalagi kuliah di sana sudah disubsidi oleh Pemerintah Prancis. Mahasiswa Aceh tak perlu ragu untuk kuliah di sana karena kualitas pendidikannya sangat bagus,” kata Anton.

Ia menjelaskan, ada dua beasiswa yang tersedia dari Pemerintah Prancis, yaitu Beasiswa Pemerintah Prancis (BGF) yang dikelola oleh IFI dan beasiswa unggulan yang biasa disebut “beasiswa Eiffel” dari Kementerian Luar Negeri Prancis. Beasiswa Pemerintah Prancis dibuka sepanjang tahun asalkan sudah ada surat penerimaan dari Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti).

“Beasiswa ini boleh diakases oleh dosen yang mempunyai surat garansi beasiswa dari Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) dan mahasiswa umum yang telah memiliki surat garansi beasiswa unggulan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Setelah itu, calon penerima beasiswa dapat mengajukan beasiswa kepada Pemerintah Prancis untuk mendapatkan pembayaran uang kuliah dan asuransi,” jelasnya.

Mahasiswa juga perlu mendapatkan surat jaminan dari Pemerintah Prancis untuk mendapatkan asrama selama kuliah di sana. Asrama mahasiswa di kota-kota besar di Prancis akan sulit didapat tanpa surat tersebut,” sebut Anton.

Ia melanjutkan, beasiswa Eiffel saat ini sudah mulai dibuka. Setiap tahun, beasiswa ini dibuka sejak 26 September - 1 Desember 2014. Beasiswa ini secara independen membebaskan mahasiswa untuk bisa langsung mendaftar ke universitas di Prancis.

“Keluhan mahasiswa yang ingin mendapat beasiswa di Prancis biasanya karena tidak adanya komunikasi dengan profesor di Prancis. Namun, Campus France akan membantu mencarikan profesor untuk mahasiswa sehingga bisa kuliah di tempat tersebut,” ujarnya.

Menurut Anton, kalau mahasiswa punya proyek yang bagus, silakan ajukan kepada Campus France agar bisa dibantu. Mahasiswa yang ingin kuliah di Prancis cukup mempersiapkan sebuah proyek atau program yang menarik dan jelas untuk profesor.

“Saya sarankan kepada mahasiswa di Indonesia yang berminat, cukup dengan mempersiapkan CV dan menyusun dokumen project yang baik. Mengenai pendidikan di Prancis dan beasiswanya bisa diakses pada situs www.ifi-id.com,” paparnya.

Ia menambahkan, selain untuk sosialisasi pendidikan di Prancis, kedatangannya sekaligus untuk memperkuat kerja sama antara Pemerintah Prancis dengan Unsyiah. Rencananya, di Unsyiah akan didirikan France Corner. Kerja sama jangka panjang ini akan mulai berjalan pada semester pertama tahun 2015.

Campus France adalah badan nasional di bawah Kedutaan Besar Prancis di Indonesia yang membantu siswa asing untuk melanjutkan pendidikan di Prancis. Campus France ada di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Medan. [rz-be]