Kak Seto Isi Seminar Anak di Unsyiah

10.11.2014 Humas

Warta Unsyiah - Universitas Syiah Kuala, dalam hal ini Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran, menyelenggarakan seminar nasional yang diisi oleh Dr. Seto Mulyadi, S.Psi., M.Psi., atau akrab disapa “Kak Seto” bertempat di gedung AAC Dayan Dawood Unsyiah, Minggu (09/11). Tema yang diusung dalam seminar ini adalah “Perang Orangtua dalam Mengoptimalkan Perkembangan Anak”.

Rektor Unsyiah yang diwakili oleh Pembantu Rektor I Unsyiah Bidang Akademik, Dr. Hizir, memaparkan bahwa tanggung jawab orangtua dalam mendidik anak sangat besar. Baik dalam upaya menumbuhkembangkan minatnya, maupun dalam menerapkan nilai-nilai sosial dan religius.

“Anak yang baik berasal dari orangtua yang baik. Seperti istilah like father like son. Jadi, perlunya kesiapan orangtua menjadi teladan bagi anaknya, dan juga ini sebagai upaya meningkatkan sumber daya manusia yang optimal,” papar beliau.

Pembahasan Kak Seto berkenaan dengan tema “Mendidik dengan Cinta”. Dalam kesempatan itu, Kak Seto menjelaskan bahwa belajar yang efektif adalah belajar dalam suasana gembira. Orangtua adalah pemeran utama dalam mengedepankan pola belajar yang menyenangkan. Orangtua perlu menghargai kreativitas dan kecerdasan anak. Selain itu, diperlukan adanya kegiatan-kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama untuk semakin memperkuat tali hubungan emosional sesama anggota keluarga. Orangtua tidak perlu memaksakan kehendak dirinya terhadap keinginan anak.

“Orangtua adalah psikolog terbaik bagi anak-anaknya. Untuk itu, peran orangtua (harus) mempunyai cara kreatif dalam menghadapi anak. Semua orangtua perlu menyadari keinginan anaknya dengan tidak memosisikan anak sebagai individu yang tidak mengerti apa-apa, orangtua harus menjadi orangtua sekaligus teman terbaiknya,” ujar Kak Seto.

Kak Seto menambahkan, jurus jitu menghadapi anak adalah dengan komitmen yang kuat, kompak dengan mitra, peduli pada hak anak, terus belajar, dan yang terpenting adalah ada hal baru yang diajarkan kepada anak—tidak monoton.

“Anak-anak Indonesia sangat membutuhkan dorongan dan motivasi terbaik dari orangtuanya. Kepekaan orangtua harus mendukung anak dalam mengembangkan aspek kognitif, afektif, dan segi motoriknya. Ini penting sebagai upaya menjauhkan mereka dari hal-hal yang berbau negatif agar mendapatkan nilai positif,” tambahnya.

Keluarga perlu membentengi setiap hal-hal negatif yang menghambat perkembangan anak, seperti berbagai tayangan televisi yang akhir-akhir ini menurut Kak Seto sangat memengaruhi pola pikir dan sikap anak. Untuk itu, Kak Seto dan semua peserta seminar sepakat, tayangan televisi perlu disaring dengan baik oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan KPI harus memperbanyak tayangan-tayangan yang sifatnya mendidik.

Melalui acara ini, Santi Julita, S.Psi., M.H.Sc, Psy. selaku ketua panitia acara mengharapkan, dari seminar ini akan semakin banyak para orangtua yang mau dan mampu mendidik anaknya dengan cinta yang berujung pada keluarga harmonis.

Sebuah keluarga yang baik perlu terus dibina demi menciptakan masyarakat yang bermartabat.

Acara seminar nasional anak ini dihadiri oleh ribuan peserta yang memenuhi gedung AAC Dayan Dawood Unsyiah dari berbagai kalangan. Turut hadir pula Deputi BKKBN Pusat; Pembantu Rektor IV Unsyiah, Dr. Nazamudin; Ketua Badan

Pemberdayaan Perempuan dan Anak (BPPA) Provinsi Aceh, Bunda Dahlia; serta sejumlah dosen dalam lingkungan Unsyiah. Acara ini juga didukung oleh Penerbit Airlangga.


“Semua anak yang cerdas perlu dihargai oleh orangtuanya. Mereka perlu dipahami kebutuhannya. Pola belajar anak berbeda-beda. Jadi, orangtua juga perlu menyesuaikan dengan kondisi anak,” tutup Kak Seto saat menjawab salah satu pertanyaan dari peserta. [mr-be]