KPK Adakan Kompetisi Peradilan Semu Anti Korupsi di Unsyiah

16.11.2018 Humas

Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) memilih Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) untuk pertamakalinya sebagai tempat penyelenggaraan National Anti Corruption Moot Court Competition (NACMCC) KPK RI 2018, yang berlangsung 16-20 November di Fakultas Hukum Unsyiah.

Wakil Ketua KPK RI, Laode Muhammad Syarif, Jumat (16/11), di AAC Dayan Dawood saat membuka kompetisi nasional peradilan semu anti korupsi itu mengatakan Unsyiah terpilih berkat komunikasi baik yang dilakukan Fakultas Hukum (FH) dengan KPK.

“KPK bersyukur dan bahagia FH Unsyiah menghubungi KPK. Saat itu, Pak Gaussyah (Wakil Dekan FH Unsyiah) mengatakan kepada saya, belum ada kompetisi peradilan semu yang terkait anti korupsi. Saya langsung mengiyakan,” kata Laode.

Ia menyebutkan ada beberapa alasan penting hadirnya kompetisi ini, yaitu sebagai wadah edukasi mahasiswa untuk membahas berbagai isu korupsi, sekaligus membentengi mahasiswa agar tidak tergoda korupsi saat bekerja nanti.

Menurut Laode, melalui kompetisi ini KPK mempersiapkan sarjana hukum masa depan yang anti korupsi. Pengalaman Laode selama bekerja di KPK, sangat sedikit sarjana hukum yang membantu KPK. Fenomena ini menurutnya sangat jauh berbeda ketika sarjana hukum yang membela tersangka korupsi. Untuk itu, KPK mengajak mahasiswa Fakultas Hukum untuk belajar menjadi hakim, pengacara, dan jaksa yang sebenarnya. Meneguhkan niat dan bersumpah dalam hati untuk menjaga negara ini.

“Ilmu dan keterampilan itu penting, tetapi yang paling penting adalah keberpihakan kepada kebenaran,” tutup Laode,

Wakil Rektor I Unsyiah, Prof. Dr. Ir. Marwan, mengatakan Unsyiah memiliki komitmen tinggi untuk mencegah dan memberantas korupsi, khususnya di Aceh dan Indonesia pada umumnya. Ia berharap dari kompetisi ini dapat membentuk jiwa integritas para mahasiswa.

Kompetisi NACMCC ini diikuti oleh sepuluh kampus dari berbagai daerah, seperti Universitas Sriwijaya, Universitas Suryakancana, Universitas Muhammadiyah Aceh, Universitas HKBP Nommensen, UIN Alauddin, Universitas Muslim Indonesia, UIN Ar-Raniry, Universitas Samudra, IAIN Zawiyah Cot Kala. Selain pembukaan kompetisi, kegiatan hari ini juga dimeriahkan dengan seminar dengan tema ‘Peran Generasi Muda dalam Memberantas Tindak Pidana Korupsi. Hadir Laode Muhammad Syarif selaku Wakil Ketua KPK dan Alfian selaku Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA). (mr)