Mahasiswa Konseling Ajak Masyarakat Cegah Post Power Syndrome

04.06.2018 Humas

Lima mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) yang tergabung dalam kegiatan PKM-M (Program Kreativitas Mahasiswa- Pengabdian Masyarakat) melakukan pengabdian di Desa Tungkop, Aceh Besar, (29/5). Kegiatan pengabdian ini berbentuk sosialisasi Mager (Mari Gerak) dengan menggunakan BIMKEL (Bimbingan Kelompok) untuk mencegah PPS (Post Power Syndrome) pada pekerja di desa tersebut.

Tim ini diketuai oleh Teuku Fadil Alhafizh Umar yang beranggotakan Rahmad Syarifuddin, Nurrizki Shafira, Nabila Arshadina, dan Muhammad Yahya. Ide ini menurut Teuku Fadil muncul dari pengalaman anggota tim yang melihatpenderita post power syndromePenderita tersebut memiliki gejala, seperti mudah tersinggung, mudah marah, sering membicarakan tentang jabatan masa lalunya yang menyebabkan ia selalu terpuruk.

“Dalam kegiatan ini ada tiga tahap yang kita lakukan, yiatu sosialisasi, senam massal, dan evaluasi.”

Teuku Fadil menambahkan ketiga tahap ini membuat peserta menjadi lebih aktif dan saling berinteraksi. Langkah ini diyakini sebagai salah satu cara mencegah post power syndrome.

“Setelah itu, evaluasi dilakukan untuk mengukur sejauh mana pemahaman masyarakat mengenai kegiatan yang telah kami lakukan,” lanjut Teuku Fadil.

Kegiatan ini mendapatkan respon positif dari masyarakat setempat, salah satunya Marlyandriani. Ia mengaku dari kegiatan ini dapat mengetahui sejak dini cara pencegahan post power syndrome.

“ Kegiatan ini sangat bermanfaat dan sebelumnya saya tidak tahu tentang penyakit ini. Saya baru tahu gejalanya yang ternyata sedang menyerang saya. Terkadang saya sering marah sendiri, nggak mau bicara kepada orangl ain kalau lagi gak mood.”

Teuku Fadil berharap kegiatan ini dapat terus dilakukan secara mandiri oleh masyarakat, walau kegiatan PKM-M telah selesai dilaksanakan. (fer)