‘Mak Rah Pireng’ Terobosan Baru Asam Sunti

08.08.2018 Humas

PT. Indoraya Karya Bangsa, Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) di bawah bimbingan Inkubator Bisnis Unsyiah, berhasil menemukan formula baru asam sunti sebagai bahan baku sabun cuci piring. Formula baru ini dikemas sebagai sabun cair dengan merek Mak Rah Pireng. Asam sunti merupakan bumbu dapur Aceh yang terbuat dari belimbing wuluh yang dikeringkan dan diberi garam.

Kepala UPT Kewirausahaan Unsyiah, Dr. drh. M. Hanafiah, M. Pd., pada kegiatan Monitoring Evaluasi PPBT di Aula Inkubator Bisnis Unsyiah, Sabtu (28/7), mengatakan sangat optimis ‘Mak Rah Pireng’ dapat berkembang pesat di Aceh. Terlebih lagi menurutnya, asam sunti sangat mudah ditemukan di Aceh.

“Bahan baku asam sunti didapatkan dari kerja sama dengan petani di Aceh. Jadi ada interaksi yang saling menguntungkan antara masyarakat dan perusahaan,” ujarnya.

Sementara itu, tim Mak Rah Pireng bersama Inkubator Bisnis Unsyiah, Jumat (27/7) telah melakukan penyuluhan dan penandatanganan MOU kerja sama antara Mak Rah Pireng dengan petani asam sunti di Desa Lubok Gapuy, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar.

Muhajiburrahman, Ketua Tim Pelaksana Penyuluhan dan Head Marketing Mak Rah Pireng, berharap produk ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan membangun sense of belonging antara perusahaan dan petani asam sunti di Aceh. Ia menambahkan, untuk saat ini Mak Rah Pireng membutuhkan 400 kilogram asam sunti untuk bahan baku produksi. Asam sunti yang dibutuhkan adalah asam sunti basah, mengalami dua kali penjemuran, dan mengandung air sekitar 30-60 persen. Saat ini, produk Mak Rah Pireng sudah mulai beredar di pasaran dengan target utama warung kopi, warung makan, hotel, serta pesantren.

Prof. Said Muhammad, Kepala Inkubator Bisnis Teknologi Unsyiah, berharap Mak Rah Pireng bukan hanya mampu bersaing di Aceh saja, tetapi dapat menembus pasar nasional.

“Dengan sumber daya yang kita miliki, kita ingin Mak Rah Pireng menjadi pionir berdirinya industri-industri lain di Aceh,” pungkasnya. (fer)