PPISB Unsyiah Gelar Pelatihan Evaluasi Dampak Kualitatif

02.10.2017 Humas

PPISB Unsyiah (Pusat Penelitian Ilmu Sosial Budaya Universitas Syiah Kuala mengadakan Pelatihan Evaluasi Dampak (impact evaluation) Secara Kualitatif. Kegiatan yang didukung oleh PKP2A Lembaga Administrasi Negara (LAN) Banda Aceh ini berlangsung di Gedung PKP2A LAN selama dua hari, 28-29 September 2017.

Pelatihan ini menghadirkan Ibnu Mundzir, MA, peneliti ICAIOS yang juga konsultan monev nasional dan internasional sebagai narasumber. Mundzir membagi tiga materi utama terkait monitoring dan evaluasi, yaitu pemahaman tentang evaluasi dampak, teknik Outcome Harvesting atau panen hasil (salah satu teknik yang proses pengerjaannya paling sederhana, namun hasil yang didapat sangat mendalam), dan yang terakhir adalah metode perubahan paling berarti (most significant change).

Dr. Saleh Sjafei, MSi, kepala PPISB Unsyiah mengatakan bahwa impact evaluation kini semakin diharapkan dengan makin luasnya pendekatan perencanaan yang berbasis bukti (evidence-based planning).

“Oleh karena itu, PPISB memandang bahwa pemahaman tentang evaluasi dampak dan cara melakukannya sangat diperlukan untuk pembangunan di Aceh dan di Indonesia, utamanya bidang pendidikan, untuk menilai dampak perubahan perilaku dari sebuah kegiatan/program atau intervensi yang kita laksanakan”, ujarnya.

Kegiatan ini diikuti oleh 35 peserta yang berasal dari berbagai institusi di seluruh Aceh. Di antaranya dari lingkungan Unsyiah, LAN Banda Aceh Bappeda Aceh, Baitul Mal Aceh, Forum Bangun Aceh (FBA), dan Jaringan Masyarakat Sipil Peduli Syariah (JMSPS).

Dr. Saiful Mahdi, MSc, sekretaris PPISB mengatakan, pelatihan ini merupakan bagian dari seri kuliah yang dilaksanakan PPISB Unsyiah. Sementara itu, pelatihan kali ini merupakan satu dari dua pelatihan metodologi evaluasi dampak yang digagas PPISB. Selain pelatihan evaluasi dampak secara kualitatif, pada 17-19 Oktober mendatang PPISB Unsyiah juga akan mengadakan pelatihan evaluasi dampak dengan pendekatan kuantitatif.