PPPK Unsyiah Sosialisasi Bahaya Narkoba

03.11.2014 Humas

Dalam upaya memberi pemahaman kepada mahasiswa tentang bahaya penyalahgunaan narkoba dan dampaknya, Pusat Pelayanan Psikologi dan Konseling (PPPK) Unsyiah mengadakan sosialisasi bahaya narkoba tahap 1-3 yang berlangsung di auditorium lama FKIP Unsyiah, Sabtu (1/11).

Drs. Syaiful Bahri, M.Pd. selaku Ketua PPPK Unsyiah mengatakan, tujuan pelaksanaan sosialisasi bahaya narkoba bagi mahasiswa ini adalah untuk memberikan informasi yang akurat tentang bahaya penggunaan narkoba dan dampak yang ditimbulkan hingga mengganggu keamanan dan kesehatan. Dia menambahkan, melalui sosialisasi ini diharapkan para mahasiswa sadar bahwa penyalahgunaan narkoba dapat mengganggu aktivitas belajar dan menghancurkan generasi bangsa, sehingga dapat mencegah mahasiswa menyalahgunakan narkoba.

Hari ini merupakan tahap pertama sosialisasi bahaya narkoba dan dampaknya, yang masih akan berlangsung sampai tanggal 3 November 2014. Para pemateri berasal dari beragam profesi. Untuk hari ini, pemateri dari Polda Aceh diwakili oleh AKBP Heri Moch. Mahfuddin, SIK selaku Kabab Analis Narkoba, sedangkan pemateri dari kalangan akademisi adalah Ketua Program Studi Bimbingan Konseling FKIP Unsyiah, Drs. Martunis, M.Si. Keduanya membahas materi “Sosialisasi Bahaya Narkoba bagi Mahasiswa”.

AKBP Heri mengatakan, indeks pengguna narkoba saat ini di Aceh meningkat drastis sejak tiga tahun terakhir. Dalam paparannya, sesuai data yang terhimpun dari Polda Aceh tertanggal November 2014 untuk pengguna berdasarkan jenis kelamin, laki-laki termasuk pengguna terbanyak yaitu 1.226 orang, sementara perempuan berada pada angka 36 orang yang semuanya berada pada katergori tersangka.

Berdasarkan data tindak pidana narkoba menurut pekerjaan untuk rentang waktu tiga tahun terakhir, pekerjaan wiraswasta menduduki peringkat pertama pengguna narkoba dengan angka 433 orang, pekerjaan swasta berada di peringkat kedua yaitu 196 orang. Hal yang sangat mengejutkan, peringkat ketiga pengguna narkoba adalah profesi petani dengan jumlah 181 orang. Sementara, untuk kalangan mahasiswa berjumlah 77 orang dan pelajar 50 orang.

AKBP Heri menambahkan, pengguna narkoba dapat dikenali melalui ciri-ciri kesehatan fisik menurun, penampilan diri menurun, badan kurus, lemas dan malas, pupil mata mengecil, suhu badan tidak beraturan, mata memerah, tekanan darah menurun, kejang otot, kesadaran semakin lama semakin menurun, selera makan berkurang, serta bersikap kasar.
Pada kesempatan yang sama, Drs. Martunis, M.Si. mengatakan bahwa dampak yang ditimbulkan dari penggunaan narkoba yaitu adanya kelainan pembuluh darah, katarak, penyakit jantung (stroke, serangan jantung), membahayakan janin selama kehamilan, bahkan dapat menyebabkan kematian. Selain itu, tambahnya, pengguna narkoba sering membuat kekacauan di masyarakat, merasa diri sudah lebih segala-galanya, tidak tahu aturan, dan cepat marah.

Narkoba dan obat-obatan berbahaya merupakan zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintesis maupun semisintesis yang dapat menyebabkan penurunan/perubahan kesadaran, hilangnya rasa—sampai menghilangkan rasa nyeri—dan dapat menimbulkan ketergantungan.

Pada kegiatan sosialisasi kali ini turut diperkenalkan juga beberapa jenis narkoba seperti daun ganja dan bijinya, kokain yang berasal dari daun koka, sabu-sabu, heroin/putau dan jenis narkoba lainnya.

Pola penanggulangan yang dapat dilakukan adalah melalui upaya preemtif (kegiatan edukatif dengan sasaran menghilangkan faktor korelatif kriminogen), upaya preventif (pengawasan jalur legal narkoba), upaya gakkum (pengungkapan jaringan sindikat penyebaran narkoba), dan terakhir upaya treatment dan rehabilitasi terhadap korban penyalahgunaan narkoba.

Besok, acara sosialisasi bahaya narkoba akan diisi oleh Dr. Arifdian dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Aceh dan Drs. Syaiful Bahri, M.Pd. yang juga Ketua Pusat Pelayanan Psikologi dan Konseling Unsyiah. Sosialisasi ini diikuti oleh 150 mahasiswa dari berbagai fakultas yang ada di Unsyiah.

Kampus Unsyiah berkomitmen kuat mencegah pemakaian dan peredaran narkoba dalam lingkungan kampus. Karena, Unsyiah berharap akan muncul generasi-generasi Aceh ke depan yan mempunyai akhlak mulia dan bermartabat islami. Oleh karenanya, saat ini Unsyiah sudah menjalin kerja sama dengan BNN Aceh dalam upaya mencegah penyalahgunaan narkotika di kalangan mahasiswa. Unsyiah adalah kampus yang siap memberantas narkoba dan antipenyalahgunaan narkoba. [mr-be]