Rektor Unsyiah Lantik Direktur PPs Baru

06.11.2014 Humas

Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng melantik Direktur Program Pascasarjana (PPs) Unsyiah yang baru di Gedung AAC Dayan Dawood, Kamis (6/11). Prof. Dr. Ir. Darusman, M.Sc ditunjuk sebagai direktur baru PPs Unsyiah menggantikan Prof. Dr. Ir. Syamsul Rizal. Acara pelantikan ini dihadiri oleh seluruh dekan, para pejabat, civitas akademika, serta pihak perbankan yang menjalin kerjasama dengan Unsyiah.

Direktur baru PPs Unsyiah, Prof. Darusman, sebelumnya pernah menjabat sebagai Pembantu Rektor IV Bidang Kerjasama Unsyiah selama dua priode. Darusman adalah guru besar di Fakultas Pertanian Unsyiah.

“Unsyiah harus terus bergerak untuk maju. Lakukan perubahan manajemen menjadi lebih baik dan bermutu. Sebelumnya, PPs Unsyiah hanya memiliki 14 program studi (Prodi). Namun, pada masa kepemimpinan Prof. Syamsul Rizal, Prodi di PPs bertambah menjadi 35 Prodi. Ini prestasi yang luar biasa,” sebut rektor dalam acara pelantikan dan serah terima jabatan tersebut.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi ke depan lebih berat untuk pembukaan prodi baru. Pemerintah mengharuskan mahasiswa pascasarjana untuk melakukan publikasi jurnal internasional, khususnya untuk mahasiswa program S3.

Ia mengatakan, dalam waktu dekat Unsyiah akan mendapatkan izin untuk mendirikan program S3 di beberapa fakultas. Rencananya akan dibuka Prodi S3 yang dapat menampung multi disiplin ilmu. Misalnya, di Fakultas MIPA akan dibuka prodi S3 Matematika dan Aplikasi. Jadi, semua lulusan S2 dari MIPA nantinya dapat melanjutkan kuliah ke jurusan tersebut. Program Pascasarjana yang akan membawahi semua manajemen dan proses pembelajarannya. Sebagian program studi yang menampung beberapa disiplin ilmu itu akan dilaksanakan di beberapa fakultas.
“Kita harus melakukan reformasi untuk sumber daya manusia, ekonomi dan keuangan sesuai Organisasi dan Tata Kerja (OTK) serta statuta Unsyiah,” tegas Samsul.

Ia berterima kasih kepada Prof. Syamsul Rizal yang telah bekerja keras dengan civitas akademika Unsyiah sehingga mampu mengembangkan program pascasarjana secara signifikan. Dengan demikian, Unsyiah akan berkesempatan untuk melakukan publikasi ilmiah berlipat ganda.

Rektor menjelaskan, tantangan yang dihadapi oleh direktur baru yakni harus mampu merangkul semua perangkat kerja yang ada di S2 dan S3 untuk terus berpacu dalam meningkatkan publikasi-publikasi ilmiah. Hampir 50 universitas luar negeri telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Unsyiah. Oleh karena itu, tingkatkan kerjasama dengan mereka seperti melakukan riset bersama.

“Saya masih merasa kurang puas karena sampai sekarang masih ada kuliah Sabtu dan Minggu di Unsyiah. Hampir tidak ada mahasiswa program pascasarjana yang kuliahnya mulai dari Senin sampai dengan Jumat karena pada umumnya belum ada kelas yang regular,” pungkasnya.

Samsul berharap Direktur PPs Unsyiah yang baru dapat merekrut lulusan mahasiswa yang fresh graduate untuk masuk ke jenjang S2 dan S3 agar bisa meningkatkan publikasi dan penelitian Unsyiah yang bermutu. Selain itu, harus mampu berkomunikasi yang intens dengan para pembantu rektor, dekan dan semua civitas akademika Unsyiah.

“Mulai 1 Januari 2015 pembayaran S2 dan S3 harus bisa dilakukan secara online. Semua kegiatan nanti dapat dijalankan secara online terutama masalah pembayaran SPP. Kemudian, semua mahasiswa S2 dan S3 harus memiliki nomor induk mahasiswanya. Semua itu harus ditertibkan oleh direktur yang baru,” tambahnya.