Sesjen Wantannas Beri Kuliah Umum di Unsyiah

26.11.2018 Humas

Sekretaris Jenderal (Sesjen) Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) Republik Indonesia, Letnan Jenderal TNI Doni Monardo, Jumat sore (23/11) memberikan kuliah umum di hadapan ribuan mahasiswa di Gedung AAC Dayan Dawood Unsyiah, Banda Aceh. Kuliah umum itu mengangkat tema ‘Program Emas Hijau dan Emas Biru.’

Doni mengatakan program emas hijau dan emas biru merupakan program untuk menggali potensi alam serta laut yang dimiliki Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia mengatakan posisi Indonesia yang strategis di peta dunia, menjadi sebuah keunggulan dalam mengembangkan potensi negara, terutama kekayaan laut dan alam. Walaupun menurutnya banyak ancaman, risiko, dan masalah yang dihadapi Indonesia baik dari sisi ekonomi, budaya, sosial, hingga keamanan.

Hal sama juga berlaku bagi Aceh yang memiliki kekayaan alam dan laut menjanjikan, serta posisi yang strategis. Namun sayang, kekayaan ini belum digarap dengan baik. Padahal jika dikelola dengan maksimal dapat menjadi keunggulan yang tidak dimiliki daerah lain. Selain itu juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sehingga Aceh dapat keluar dari daftar provinsi termiskin di Indonesia.

“Jika hasil alam dan laut Aceh dapat dikemas dengan baik, untungnya sangat luar biasa. Dapat dipastikan tidak ada lagi masyarakat Aceh yang hidup di bawah garis kemiskinan,” jelasnya.

Untuk itu, ia mengajak seluruh mahasiswa untuk menggali potensi diri agar kekayaan alam dan laut Aceh dapat dimanfaatkan. Salah satunya dengan menjadi entrepreneur. Potensi Aceh yang kaya dapat digarap menjadi berbagai produk yang dapat dipasarkan. Ia juga berharap agar perguruan tinggi dan pemerintah dapat saling bekerja sama untuk menghadirkan berbagai program bermanfaat demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Namun, Doni menegaskan untuk selalu menjaga lingkungan, sebab jika lingkungan rusak bukan hanya merugikan manusia tetapi juga hewan. Ia mengambil contoh matinya paus sperma di Wakatobi beberapa waktu lalu akibat kerusakan lingkungan.

“Indonesia tercatat sebagai negara nomor dua di dunia sebagai penyumbang sampah plastik terbanyak di lautan,” tegasnya.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Marwan, dalam sambutannya mengatakan program emas hijau dan biru memiliki tujuan sama dengan semangat perguruan tinggi dalam membangun masyarakat dan bangsa. Menurutnya ini merupakan peluang baik bagi mahasiswa untuk menerapkan program tersebut demi membangun Aceh dan meningkatkan kapasitas diri.

Turut hadir dalam kegiatan ini Adnan Ganto, Kodam Iskandar Muda, Wakil Rektor, dekan, forkopimda, serta sivitas akademika Unsyiah lainnya. [Humas Unsyiah/fer]