Shabri Raih Juara Dua Nasional Dosen Berprestasi

01.11.2017 Humas

Dosen Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Dr. M. Shabri, SE., M.Ec, terpilih sebagai juara dua dosen berprestasi kategori sosial humaniora tingkat nasional tahun 2017 yang diadakan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Penganugerahan ini diberikan di Hotel Grand Mercure Harmoni, Jakarta (30/10). Penyelenggaraan tahun ini diikuti oleh 95 dosen berprestasi dari seluruh universitas di Indonesia.

Shabri mengatakan penganugerahan ini merupakan apresiasi terhadap tenaga pendidik yang telah bekerja baik selama ini. Kemenangan ini juga menunjukkan jika dosen berprestasi bukan hanya dimonopoli oleh universitas besar di Indonesia.

“Tidak benar universitas di luar Pulau Jawa dosennya tidak berkualitas. Dosen kita memiliki kemampuan yang mumpuni, bahkan bisa di atas kemampuan mereka,” ujar Shabri.

Shabri menjelaskan ada beberapa poin penilaian yang dilakukan oleh tim juri selama penilaian, seperti prestasi dosen, hasil publikasi internasional, dokumen pendukung, kepribadian, dan presentasi karya tulis ilmiah. Saat presentasi, Shabri memaparkan tentang konsep keuangan perbankan syariah yang inklusif dan menguntungkan.

Ia berharap kemenangan ini dapat membawa nama Unsyiah dikenal lebih luas sehingga mampu berkiprah di tingkat nasional dan internasional. Termasuk juga dalam peningkatan publikasi internasional. Ia juga berharap di tahun mendatang banyak civitas akademika Unsyiah yang ikut serta dalam pemilihan ini sesuai dengan kategori yang diperlombakan.

Selain Shabri, pemilihan dosen berprestasi bidang sosial dan humaniora juga dimenangkan oleh Dr. Drs. Yoseph Yapi Taum, M.Hum dari Universitas Sanata Dharma sebagai juara satu dan Dr. Drs. Kuswarsantyo, M.Hum dari Universitas Negeri Yogyakarta sebagai juara tiga.

Selain pemilihan dosen sosial humaniora berprestasi, Kemenristekdikti juga memilih pendidik dan tenaga kependidikan berprestasi untuk kategori dosen sains dan teknologi, laboran, pustakawan, administrasi akademik, pengelola keuangan, dan arsiparis. Tercatat ada 257 peserta yang dinilai dari seluruh Indonesia. [fer]