Sistem Hukum Indonesia akan Dibahas di FH Unsyiah

30.11.2018 Humas

Sebanyak 19 perguruan tinggi di Indonesia akan hadir dalam seminar nasional dan call paper yang akan berlangsung selama dua hari di Fakultas Hukum Unsyiah Darussalam, 5-6 Desember 2018 mendatang. Seminar nasional ini akan membahas peran otonomi daerah dalam pengembangan sistem hukum Indonesia.

Menurut Koordinator Panitia, Dr. Sulaiman Tripa, tema ini dipandang menarik mengingat otonomi daerah membuka peluang bagi daerah untuk menghasilkan produk hukumnya. Dengan peluang tersebut, lanjut Sulaiman, hendaknya juga berkonstribusi dalam proses pengembangan sistem hukum di Indonesia. Lebih lanjut, lulusan doktor Undip ini menyebutkan, apa yang dibicarakan nanti dapat menjadi momentum strategis bagi Aceh untuk memperkenalkan perkembangan hukum daerah di Aceh.

“Dengan otonomi khusus, sejumlah perkembangan menarik akan menjadi pengetahuan penting bagi mereka yang datang dari berbagai daerah di Indonesia,” jelasnya.

Kegiatan ini akan menghadirkan pemakalah utama dari berbagai kalangan, seperti Prof. Esmi Warassih (Undip), Prof. Ilyas Ismail dan Prof. Husni Jalil (Unsyiah), Prof. Faisal A Rani (Lembaga Layanan Perguruan Tinggi Wilayah XIII), Dr. M. Jafar (Pemerintah Aceh), dan Muhammad Siddiq Armia PhD (UIN Ar-Raniry). Selain itu, sebanyak 37 makalah call paper juga akan dipresentasikan.

Hingga saat ini, peserta call paper yang telah mendaftar berasal dari UIN Ar-Raniry, Universitas Muhammadiyah Aceh, Universitas Abulyatama, Universitas Teuku Umar, Universitas Sumatera Utara, UIN Sumatera Utara, Universitas Diponegoro, Universitas Semarang, Universitas Bangka Belitung, Universitas Trisakti Jakarta, Universitas Trisaksi Surabaya, Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Universitas Airlangga Surabaya, Universitas Azhar Jakarta, Universitas Pancasila, Universitas Islam Bandung, Universitas Wiralodra, Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon, dan Universitas Khairun Ternate.

Selain itu, Fakultas Hukum Unsyiah juga bekerja sama dengan pengelola video conference FH-MK memfasilitasi penyiaran seminar secara langsung di 34 jaringan Video Conference Mahkamah Konstitusi. [Humas Unsyiah/fer]