Terakreditasi B, Prodi Farmasi Unsyiah Segera Buka Prodi Profesi

18.05.2018 Humas

Program Studi (Prodi) Farmasi (S1) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) berhasil memperoleh nilai akreditasi B dari Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan (LAMPTKES). Kepastian ini diperoleh setelah Prodi Farmasi menerima Surat Keputusan dari lembaga akreditasi tersebut kemarin (Selasa, 15/5). Surat keputusan yang ditandatangani langsung oleh ketua lembaga tersebut, Prof. dr. Usman Chatib Warsa, Sp, MK., PhD. ini, menyebutkan bahwa Prodi Farmasi Unsyiah ditetapkan memperoleh nilai akreditasi 337 (B) terhitung sejak tanggal 5 Mei 2018.

Berbeda dengan prodi-prodi lain di FMIPA yang diakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), prodi Farmasi termasuk salah satu prodi yang diakreditasi oleh LAMPTKES, karena terhubung dengan rumpun ilmu kesehataan. Tim akreditasi LAMPTKES telah melakukan visitasi ke Prodi Farmasi Unsyiah pada tanggal 16-18 April lalu, setelah menerima borang akreditasi dari prodi tersebut.

Tahun ini, Prodi Farmasi FMIPA Unsyiah merupakan program studi dengan keketatan persaingan tertinggi seluruh Indonesia untuk jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), di mana satu kursi diperebutkan oleh 107 orang pelamar. Sementara pada jalur masuk lain, seperti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) pun, prodi ini termasuk salah satu yang paling difavoritkan oleh para calon mahasiswa.

Prodi Farmasi Unsyiah didirikan pada tahun 2011 sebagai upaya untuk mengantisipasi besarnya kebutuhan tenaga kerja pelayanan kefarmasian dan kesehatan di Provinsi Aceh khususnya Apoteker yang hingga saat ini jumlahnya masih sedikit atau masih jauh dari cukup. Program Studi Farmasi Unsyiah diproyeksikan untuk mengembangkan diri menjadi Fakultas Farmasi pada tahun 2025.

Dekan FMIPA Unsyiah, Dr TM Iqbalsyah M Sc mengatakan bahwa jumlah dan sebaran apoteker di Indonesia saat ini masih jauh dari memedai untuk menunjang layanan dan perlindungan kesehatan masyarakat Indonesia secara baik. Kehadiran Prodi Farmasi di Unsyiah salah satunya adalah untuk menjawab permasalahan tersebut.

“Nilai akreditasi B ini menjadi modal penting bagi kita untuk segera membuka Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) di Unsyiah. Insya Allah tahun depan ini akan terealisasi, sehingga semester ganjil 2018/2019 sudah bisa menerima mahasiswa profesi,” kata Iqbalsyah.

Kurikulum Program Sarjana Farmasi yang diterapkan saat ini merupakan Kurikulum Berbasis Kompetensi, yang terdistribusi dalam kelompok bidang minat Sain dan Farmasi Bahan Alam serta Farmasi Klinis dan Komunitas, dan kelompok bidang keilmuan (peer group) yaitu Biologi Farmasi, Kimia Farmasi, Farmakologi Farmasi, dan Teknologi Farmasi. (i’m)