Universitas Mulawarman Belajar Reformasi Birokrasi di Unsyiah

17.04.2018 Humas

Universitas Mulawarman (Unmul) mengujungi Universitas Syiah Kuala dalam rangka untuk belajar reformasi birokrasi. Rombongan Universitas ini disambut oleh Wakil Rekor II Unsyiah Prof.Dr. Husni, S.H., M.Hum di ruang Balai Senat Unsyiah. (Selasa, 17/4).

WR II Unsyiah dalam sambutannya mengatakan, Unsyiah sangat mengapresiasi atas kunjungan delegasi Unmul ini. Selama ini hubungan antara Unsyiah dan Unmul juga terjalin erat khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas institusi.

“Kedatangan Unmul ini semoga makin memperkokoh komitmen kita dalam mewujudkan sistem birokrasi yang lebih baik lagi,” ujar Husni.

Selain itu, Husni juga menjelaskan bahwa dalam waktu dekat Unsyiah akan segera berubah statusnya menjadi Pengelola Keuangan-Badan Layanan Umum (PK-BLU). Perubahan status ini menjadi tantangan tersendiri bagi Unsyiah sehingga perlu belajar banyak kepada Unmul, yang telah terlebih dahulu menjadi BLU.

“Maka bisa saja, nanti Unsyiah yang akan datang berkunjung ke Unmul untuk mempelajari managemen BLU ini,” ungkap Husni.

Wakil Rektor II Unmul Dr.Ir. Abdunnur., Msc menjelaskan, Unmul dan Unsyiah memiliki banyak kesamaan misalnya dalam tekadnya menuju world class university. Begitu pula dalam capaian akreditasi yang didapat oleh kedua kampus ini dengan cukup fenemonal.

“Jika Unsyiah melompat dari C ke A, maka Unmul justru meraih A di saat belum ada prodi yang berakreditasi A,” ungkapnya.

Abdunnur juga mengungkapkan, saat ini Unmul memiliki jumlah mahasiswa sekitar 30.000 orang dengan dosen sebanyak 900 orang serta tenaga kependidikan 500. Sementara untuk tenaga honorer berjumlah 1200 orang. Dengan sumber daya demikian, tentu membutuhkan sistem birokrasi yang baik.

Selain itu,  Unmul telah meraih BLU sejak tahun 2009 namun baru melaksanakan remunerasi pada tahun 2016. Sebab ada banyak hal yang harus dipertimbangkan dari pimpinan untuk menilai kinerja.

“Pasti akan ada banyak complaint karena ukuran sejahtera setiap orang itu berbeda, orang hanya menilai sejahtera dari pendapatan bukan equity sesuai kinerjanya. Nah hal ini, semoga bisa dihadapi Unsyiah dengan sabar,” ujarnya.

Turut hadir dalam pertemuan ini Kepala Biro Perencanaan dan Hubungan Masyarakat Unsyiah Drs. Zulkarnaini M. Yasin, Kepala Biro Akademik Unsyiah Rahmat Lubis, Kepala Humas Unsyiah Husni Friady, S.T., M.M