Unsyiah Bahas Isu Global di Konferensi AGC

17.10.2018 Humas

      
Sebagai perguruan tinggi berbasis riset Universitas Syiah Kuala melakukan kajian terhadap isu-isu global melalui konferensi Aceh Global Conference (AGC) 2018. Konferensi yang menghadirkan keynote speaker dari berbagai negara ini dimulai sejak tanggal 16 – 17 Oktober 2018 dan dibuka oleh Wakil Rektor I Unsyiah Prof.Dr. Marwan pada selasa malam (16/10) di Kyriad Muraya Hotel.
 
Marwan dalam sambutannya mengatakan, isu-isu global harus menjadi perhatian kita bersama. Maka konferensi AGC ini sangat penting untuk memperluas wawasan kita terhadap perkembangan global. Karena hal ini sangat erat kaitannya dengan pembangunan yang berkelanjutan dan bagaimana kita menghadapi revolusi indusri 4.0.
 
“Maka dengan pertemuan ini kita dapat belajar dan menemukan petunjuk yang benar untuk membuat masyarakat kita lebih baik dalam menuju pembangunan yang berkelanjutan,” ucap Marwan.
 
Panitia Pelaksana Dr. M. Shabri, SE., M.Ec mengatakan, forum AGC ini terlaksana dengan melibatkan dua fakultas di Unsyiah yaitu Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, yang didukungan juga oleh  Universitas Sultan Zainal Abidin, Malaysia dan PT. MIFA Bersaudara. 
 
Konferensi ini mengangkat tema “The Emerging Economics amid the Distruptive Technology: Challenges and Ways Forward,” yang  menghadirkan lima  keynote speaker yang ahli di bidangnya. 
Mereka adalah Prof.Dr. Muhammad Fauzan Noordin dari IIUM, Malaysia. Prof. Dr. Sukree Langputeh dari Fatoni Thailand University, Thailand. Assc. Prof. Dr. Wan Norhayate binti Wan Daud dari Universitas Sultan Zainal Abidin, Malaysia. Assc. Prof. Sebastian Penmellen Boret dari International Research Institute of Disaster Sciences, Tohoku University, Jepang dan Ir Slamet Haryadi dari PT. Mifa Bersaudara.
 
Sabri juga menjelaskan, konferensi ini telah menerima sekitar 170 makalah. Dan untuk memastikan kualitas makalah tersebut, panitia telah mengundang sekitar 30 reviewers serta melibatkan lima editor untuk menyeleksi dan mengedit makalah tersebut.Hasilnya adalah, 140 makalah telah diterima oleh panitia dan akan dipresentasikan dalam 18 sesi parallel. 
“Kabar baiknya, semua makalah itu berpotensi untuk diterbitkan secara online oleh Atlantis Press dan diindeks di CPCI dan CNKI,”  kata Sabri.
 
Staf Ahli Gubernur Aceh Dr. Iskandar AP dalam sambutannya mengatakan, pemerintah Aceh sangat mengapresisi forum-forum ilmiah yang dilaksanakan oleh Unsyiah selama ini, termasuk forum AGC ini. Menurutnya, isu globalisasi sangat berpengaruh dengan kehidupan masyarakat. Seperti isu harga minyak dunia yang turut berdampak dengan kondisi ekonomi masyarakat.
 
Menurutnya, fakta ini adalah bukti bahwa isu globalisasi saling bersentuhan satu dengan yang lainnya sehingga apa yang terjadi di suatu negara, bisa berdampak ke negara lainnya. 
 
“Maka sangatlah tepat Unsyiah melakukan konferensi yang membahas isu-isu global untuk menyadarkan kita semua, bahwa kita tidak dapat berdiri sendiri di muka bumi ini,” pungkas Iskandar.