Unsyiah Berpartisipasi pada INDOPED General Meeting ke V di Universitas Negeri Yogyakarta

07.03.2018 admin

Setelah menjadi tuan rumah Indoped Project General Meeting IV tanggal 2 – 4 Oktober 2017 di Universitas Syiah Kuala, tim Indoped Unsyiah ikut menghadiri Indoped Project General Meeting V diadakan di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) tanggal 6-7 Maret 2018.

Indoped (Indonesian Pedagogic) merupakan salah satu kegiatan yang bertujuan memperbaharui sistem pendidikan di Indonesia melalui metode pengajaran student center learning. Berbagai metode pengajaran yang telah berkembang di Europa seperti Project Hatchery, Learning by Teaching, Project Module, Gamification, Storytelling, Learning to learn, Learning by case, Innocamp, Project Market Research dan Assessment Rubric dicoba kembangkan di Indonesia melalui Project Indoped. Program ini dikembangkan oleh 11 institusi pendidikan yang terdiri dari enam institusi pendidikan di Indonesia dan lima institusi pendidikan tinggi di Eropa yaitu Finlandia, Spanyol, Belanda, Polandia dan Dermark. Adapun 11 institusi pendidikan tersebut adalah Inholland University of Applied Sciences, Universidad de Sevilla, University of Gdansk, Turku University of Applied Sciences dan Erhervsakademi Aarhus (EAAA). Sementara untuk Institusi pendidikan di Indonesia adalah Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Binus University International (BUI), Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Widya Mandala Katolik (UWMK) dan Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Open Learning Centre (SEAMOLEC) dari Kemenritekdikti.

Kegiatan Indoped Project General Meeting ke V bersamaan dengan International Conference dengan keynote speaker Dr. Liisa Kairisto_Martanen dan Mr. Harri Lappalainan dari Turku University of Applied Science (TUAS) dengan tema Innovation Pedagogy. Dalam pemaparannya disampaikan bahwa pendidikan harus direncakanan sehingga kompetensi inovasi dan penguasaan ilmu dapat diraih secara bersama. Berbagai aspek dibutuhkan untuk meningkatkan proses belajar mengajar seperti peran guru/dosen sebagai fasilitator, interaksi antara mahasiswa dan dosen, skill proses belajar mengagar dari mahasiswa dan kepiawaian pengajar dalam menyampaikan materi kepada mahasiswa. Pada kegiatan ini Unsyiah mengirimkan delegasi dosen yang terlibat pada Indoped project yaitu Prof. Usman Kasim, M.Ed (Learning by Teaching), Dr. Agus Arief Munawar, M. Sc (Project Hatchery) dan Rahmaddiansyah, S.Si, M.Sc (Public Market Research). Masing-masing delegasi Unsyiah mempresentasikan kegiatan yang telah dilakukan di Unsyiah berkaitan dengan metode yang telah diterapkan. Demikian informasi yang disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Samadi, M.Sc selaku koordiantor Indoped Project Unsyiah.

Berbeda dengan Indoped General Meeting sebelumnya, pada General Meeting kali ini juga dihadiri oleh 45 wakil rektor berbagai Universitas negeri dan swasta di Indonesia dan peserta dari berbagai Universitas/Politeknik di luar Universitas yang terlibat di Indoped. Diharapkan dengan berbagai inovasi pengajaran yang diperkenalkan baik oleh peserta Europa dan Indonesia dapat diterapakan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan tentunya disesuaikan dengan kondisi dari masing-masing Universitas.

Kegiatan Indoeped General Meeting ke V dan Seminar Internasional dibuka oleh Rektor UNY Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd dan juga dihadiri oleh Dirjen Belmawa Kemenritek Dikti Prof. Intan Ahmad, Ph.D. Direktur Belmawa menyambut positif kegiatan Indoped projek berdasarkan masukan dari peserta yang mengikuti pertemuan Indoped di UNY. Dalam sambutannya Prof. Intan Ahmad, Ph.D. mengatakan bahwa Indoped merupakan project yang sangat baik berkaitan dengan penerapan inovasi metode pengajaran di berbagai institusi pendidikan sehingga dapat meningkatakan kualitas proses belajar mengajar menjadi lebih baik. Namun penerapannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi dimana metode tersebut diterapkan.