Unsyiah Gelar Konferensi Internasional Diikuti 300 Akademisi dan Periset

18.10.2017 Humas

Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) kembali menggelar The 7th Annual International Conference Syiah Kuala University/AIC Unsyiah pada tanggal 18-20 Oktober 2017 di Gedung AAC Dayan Dawood. Konferensi yang bertemakan Memajukan Pengetahuan, Riset, dan Teknologi untuk Kemanusiaan ini dilaksanakan dalam memeriahkan hari jadi Unsyiah ke-56 tahun.

Rektor Unsyiah, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng, menyebutkan ada 300 akademisi, periset, dan praktisi dari berbagi ilmu dan negara yang hadir dalam konferensi ini. Mereka berasal dari Indonesia, Malaysia, Thailand, China, Amerika Serikat, Jepang, Australia, Vietnam, Siprus, Belanda, Jerman, Norwegia, Iran, Yordania, dan Taiwan.

“Konferensi ini untuk menghadirkan forum efektif bagi akademisi, peneliti, dan praktisi untuk memajukan pengetahuan, penelitian, dan teknologi bagi kemanusiaan,” ujar Prof. Samsul dalam sambutannya di hari pertama AIC Unsyiah, Rabu (18/10).

Ia berharap pihak yang terlibat dalam konferensi ini dapat membawa manfaat dan menerapkannya di wilayah masing-masing. Terlebih lagi konferensi ini menawarkan berbagai topik menarik yang berkaitan dengan aspek teoritis dan praktis.

Sementara itu, Dr. Ramzi Adriman, Ketua Panitia Pelaksana, mengatakan AIC Unsyiah merupakan konferensi internasional yang diselenggarakan rutin oleh Unsyiah sejak tahun 2011. Untuk tahun ini, AIC Unsyiah dilaksanakan bersamaan dengan The 6thInternasional Conference on Multidisciplinary Research (ICMR) dan The International Conference on Electrical Engineering and Informatics (ICELTICs).

Ramzi menambahkan, konferensi ini menawarkan kesempatan khusus untuk mempertemukan para professor, peneliti, dan ilmuwan dari seluruh dunia. Tercatat ada 350 makalah yang diterima dalam konferensi ini. Makalah itu terdiri dari beragam bidang studi yang menampilkan inovasi dan perkembangan ilmu terbaru. Makalah terpilih dalam konferensi ini memiliki kesempatan untuk dipublikasi di sejumlah jurnal Scopus dan Thomson Reuter.

Hadir sebagai keynote speaker Prof. Musa Ahmad dari Universiti Sains Islam Malaysia, Prof. Hitoshi Kiya dari University of Tokyo Metropolitan, Dr. Yanuar Nugroho dari University of Manchester Inggris, Prof. Mohd Rizal Bin Arshad Dean dari Universiti Sains Malaysia, Prof. Stefanie Shamilla Pillai dari Universitas Malaya Malaysia, Prof. Wolfgang Nellen dari Jerman, Prof. Antonius Suwanto dari Institut Pertanian Bogor, Prof. Azma Putra dari Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM) Malaysia, Prof. Zuraini Zakaria dan Prof. Fatan Hamamah Yahaya perwakilan ICMR Universiti Sains Malaysia.

Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan expo yang menghadirkan beragam inovasi dari Universitas Syiah Kuala.