Unsyiah Gelar Seminar Kerja Sama Indonesia-Jepang

26.09.2018 Humas

Humas Unsyiah - Universitas Syiah Kuala bekerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA)  mengadakan seminar tentang 60 tahun kerja sama pembangunan Indonesia-Jepang di Gedung AAC Dayan Dawood Unsyiah, Darussalam, Selasa (25/9). 

Seminar dalam rangka Indonesia-Japan 60­th Anniversary tersebut juga membahas tentang  pengurangan risiko bencana dengan menghadirkan dua pemateri, yaitu Chief Representative of JICA Indonesia Office, Shinichi Yamanaka, dan JICA Expert on Comprehensive Disaster Risk Reduction for PNPB, Naoto TADA.

Shinichi Yamanaka, dalam presentasinya menyoroti kerja sama pembangunan Indonesia-Jepang dalam tiga dimensi, yakni di bidang historis, geografis, serta bidang pendekatan yang telah digunakan selama ini.

“Ada banyak pencapaian dari kerja sama pembangunan Indonesia dan Jepang selama ini. Di antaranya telah melahirkan berbagai komitmen jangka panjang, konektivitas laut dan darat, teknologi dengan konsep baru, lokalisasi untuk pengembangan diri sehingga kita bisa memahami tentang apa yang dibutuhkan saat bencana,” paparnya.

Wakil Rektor Unsyiah Bidang Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat, Dr. Hizir, mengatakan Jepang dan Aceh memiliki kesamaan dalam bidang kebencanaan, seperti tsunami dan gempa bumi. Menurutnya untuk meringankan kerusakan dari kedua bencana tersebut, dibutuhkan pendidikan bencana yang baik bagi generasi muda.

Dr. Hizir berharap semoga JICA dan Unsyiah selalu menjadi mitra dalam hal mitigasi bencana. Terlebih lagi Unsyiah telah memiliki Program Studi Magister Ilmu Kebencanaan yang menghasilkan para peneliti dan praktisi yang berkualitas tinggi di bidangnya.

“Bencana alam tidak dapat dihilangkan. Oleh karena itu Jepang dan Indonesia, khususnya Aceh, harus terus melangkah bersama sebagai mitra mitigasi bencana dengan memanfaatkan pelajaran dari bencana yang pernah terjadi,” pungkasnya. [mks]