Unsyiah Gelar Workshop Jurnalisme Kebencanaan

29.12.2016 Humas

Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) menggelar workshop jurnalisme kebencanaan bersama wartawan Kompas, Ahmad Arif, di Kantor Pusat Administrasi (KPA) Unsyiah, Kamis (29/12).

Dalam pemaparannya, jurnalis yang focus di bidang kebencanaan tersebut mengatakan, media juga dapat berperan dalam mengurangi resiko bencana melalui penyampaian informasinya. Informasi tersebut juga dapat membangun kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.

“Namun, praktek ini nyatanya belum berjalan dengan baik. Media di Indonesia menurutnya masih fokus pada isu politik, ekonomi, dan korupsi, sehingga isu kebencanaan kerap dikesampingkan,” tegas Ahmad.

Ia menambahkan, umumnya pemberitaan bencana di Indonesia masih fokus pada jumlah korban dan eksploitasi kesedihan. Padalah media juga diharapkan hadir di setiap fase, baik itu fase pra-bencana, saat bencana, dan pascabencana. Dengan demikian akan mengedukasi sekaligus  menumbuhkan mental kuat bagi masyarakat. Bencana merupakan momen terbaik untuk mengingatkan kembali pentingnya mitigasi bencana. Kemudian mewacanakan kembali pembangunan rumah tahan gempa dan simulasi dalam menghadapi bencana.

“Tapi media kita malah cenderung mengeksploitasi kesedihan dan jumlah korban saat bencana terjadi. Padahal pemberitaan tentang bencana memiliki dimensi luas,” ungkapnya.

Menurutnya, media di Jepang memberitakan bencana dengan menghindari cerita sedih dan negatif agar mental masyarakat tidak semakin terpuruk. Bahkan setiap berita mengenai kerusakan selalu diikuti dengan informasi positif.

“Selain itu, setiap malam televisi di Jepang selalu menyiarkan simulasi bencana. Itu selalu dilakukan rutin di saat tidak terjadi bencana maupun saat terjadi bencana,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut Ahmad Arif mengajak masyarakat dan pelaku media untuk mengubah pola pikir agar tidak mengesampingkan isu kebencanaan. Salah satunya dengan aktif menulis mengenai bencana di media dan media sosial. Lalu mendidik dan menyadarkan para pekerja media tentang pentingnya resiko kebencanaan. Bila perlu membuat media tandingan untuk isu kebencanaan.

 

 

Penulis : Ferhat Muchtar

Editor    : Reza Fahlevi