Unsyiah Hadirkan Dosen IPB Bahas PTNBH

19.12.2018 Humas

Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) menghadirkan dosen Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Ir. Yonny Koesmaryono, MS., di Balai Senat Unsyiah, Selasa (18/12). Kehadirannya untuk berdiskusi dengan pejabat Unsyiah terkait upaya pembentukan IPB sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH).

Wakil Rektor I Unsyiah Bidang Akademik, Prof. Dr. Ir. Marwan, menjelaskan Unsyiah ingin belajar pengalaman IPB yang sudah berubah status menjadi PTNBH sejak sepuluh tahun lalu. Perubahan status Unsyiah dari Satuan Kerja (Satker) menjadi Perguruan Tinggi Badan Layanan Umum (PTNBLU) sebagai jalan menuju PTNBH. Sejak Mei 2018 sesuai dengan surat keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia, Unsyiah telah resmi beralih status menjadi PTNBLU.

“Rektor Unsyiah bercita-cita dalam 3-4 tahun ke depan Unsyiah berubah status dari BLU ke PTNBH. Ini juga sebagai upaya Unsyiah mengembangkan institusi ini,” ujar Marwan.

Sementara Yonny mengatakan butuh waktu panjang untuk mengubah status universitas dari PTNBLU kepada PTNBH. Perlu dukungan semua elemen agar kampus menjadi lebih mandiri. Dasar hukum pengelolaan PTNBH nantinya akan diberikan sebagai payung hukum perubahan status.

Selain itu, PTNBH menjadi penting karena dapat memandirikan universitas, seperti perluasan dan jaminan akses, pengembangan tridarma secara utuh, kesetaraan, penguatan pendidikan vokasi, keutuhan jenjang pendidikan, otonomi, sistem penjaminan mutu, dan menghindari liberalisasi serta komersialisasi perguruan tinggi.

“Prinsip pengelolaan universitas melalui nirlaba, akuntabel, transparan, mutu, efektif dan efisien,” katanya.

Yonny menambahkan jika praktik terbaik PTNBH dapat dilakukan melalui bidang akademik, kemahasiswaan, penjaminan mutu, diseminasi riset, keuangan, dan kerja sama. Sementara itu, pola pengelolaan keuangan PTNBH merujuk kepada Undang-Undang Pendidikan Tinggi. Kemudian diatur dalam statuta Peraturan Pemerintah berdasarkan usulan dari PTNBH. 

“Sebaiknya, jangan memandang dari penambahan sisi keuangan universitas yang tidak terlalu signifikan. Tetapi, adanya kebebasan otonomi akademik,” pungkasnya. (Humas Unsyiah/mr)