Unsyiah- PT Indah Karya Jalin Kerja Sama Bangun Wind Turbine di Ladong

06.06.2018 Humas

Universitas Syiah Kuala melakukan kerja sama dengan PT Indah Karya (Persero) dalam bidang pengembangan kawasan industri dan Energi Baru Terbarukan (EBT) Wind Turbine di Ladong, Aceh Besar. Penandatanganan MoU berlangsung di Kantor Pusat Administrasi Unsyiah, Darussalam, Banda Aceh, Selasa (6/5).

Direktur Utama PT Indah Karya (Persero), Nel Adianto, mengatakan tujuan proyek ini bukan hanya membangun wind turbine yang akan menghasilkan energi, tetapi sekaligus menjadi langkah untuk memajukan investasi di Aceh.

“Investor itu akan membangun suatu industri ketika infrastruktur energi terpenuhi. Oleh karenanya, wind turbine ini diharapkan menjadi solusi dalam pemenuhan kebutuhan energi listrik ke depan,” harapnya.

Adianto menjelaskan, besarnya energi yang dihasilkan melalui wind turbine di Ladong simultan dengan banyaknya industri yang akan dibangun di kawasan tersebut.

“Jadi tahap pertama proyek ini diawali dengan riset untuk memperoleh gambaran potensi dan skala bisnisnya. Lalu pada tahap konstruksi akan disesuaikan berapa titik kincir yang harus dibangun agar mencukupi suplai listrik terhadap industri yang akan dibangun,” terangnya.

Dalam hal ini, Adianto memastikan, pihaknya bukan sekedar menciptakan sumber energi, tapi juga turut mendatangkan investor. Bahkan, PT Indah Karya sendiri akan melakukan investasi dengan memanfaatkan power yang tersedia di sana.

Survei awal ditargetkan besar tenaga yang dihasilkan bisa melebihi 300 MW. Menurut Adianto, untuk mendapatkan kapasitas sebesar itu, nantinya di area Desa Ladong, Aceh Besar, akan dibangun sekitar 10 sampai 30 titik kincir angin yang tersebar di wilayah pantai dan perbukitan.

“Tentu banyaknya tower yang akan dibangun sangat tergantung dari izin yang kita dapatkan dan keperluan industri di kawasan tersebut”, ujarnya.

Menutup paparannya di hadapan civitas akademika Unsyiah, Adianto optimis proyek ini akan berhasil. Karena selain mendapatkan dukungan dari Unsyiah, PT Indah Karya (Persero) juga sudah pernah mendesain pembangunan proyek serupa yang dilaksanakan di Pulau Jawa.

Sementara itu, Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Ir. Syamsul Rizal, MEng, menyambut baik peluang kerjasama ini. Menurut Syamsul, pengembangan kawasan industri dan Energi Baru Terbarukan sudah harus ditingkatkan dan mendapatkan perhatian kita bersama.

“Unsyiah mendukung sepenuhnya proyek ini. Kita akan segera menindak lanjuti MoU tersebut sehingga pembangunan ini bisa segera terlaksana dan dampak positif terhadap perekonomian segera dirasakan oleh masyarakat,” pungkas rektor. (mksl)