Statistik Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini689
mod_vvisit_counterKemarin838
mod_vvisit_counterMinggu ini2332
mod_vvisit_counterBulan ini7983
mod_vvisit_counterTotal Kunjungan411256
Home

50 Persen Guru di Aceh Belum Sarjana

SEBANYAK 50.505 (51,66 persen) guru yang mengajar di berbagai jenjang pendidikan di Aceh, hingga saat ini belum sarjana atau belum memiliki kualifikasi Strata Satu (S1). Hal itu diungkapkan Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Aceh, Drs Makmun Ibrahim MM, Senin (10/5).
Dikatakan, dari jumlah guru sebanyak 97.757 orang mulai tingkat TK hingga SMA, baru 35.318 orang berkualifikasi S1, 425 orang berkualifikasi S2, 9 orang berkualifikasi S3, dan 11.500 guru sedang mengikuti kuliah di berbagai Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (LPTK) di Aceh.
Menurut Makmun Ibrahim, akibat tidak memiliki kualifikasi S1 tersebut, menyebabkan lebih dari separuh guru di Tanah Rencong ini tidak memenuhi persyaratan untuk memperoleh sertifikat profesi pendidik. Untuk mengatasi hal itu, LPMP Aceh, kata Makmun Ibrahim akan melakukan kerja sama dengan dua perguruan tinggi di Aceh, FKIP Unsyiah dan Al-Muslim Peusangan untuk melakukan peningkatan kualitas guru lewat Pengakuan Pengalaman Kerja dan Hasil Belajar (PPKHB) yang digalakkan mulai tahun 2010.
Sementara itu, Dekan FKIP Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Prof Dr M Yusuf Aziz MPd ketika membuka acara sosialisasi dan workshop PPKHB bagi peserta Program Sarjana (S1) Kependidikan, mengingatkan agar program itu tidak  mengenyampingkan mutu. “Kualitas dan mutu guru harus tetap menjadi standar utama. Sebab, kalau mutu guru terabaikan akan mengganggu upaya peningkatan kualitas lulusan siswa di Aceh,” katanya.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 10-12 Mei 2010, dihadiri wakil-wakil dari unsur KKG  23 orang, MGMP  23 orang, KKKS 6 orang, MKKS 6 orang, KKPS 6 orang, MKPS 5 orang, Dinas Pendidikan Provinsi, Kanwil Kementerian Agama Provinsi, FKIP Unsyiah 15 orang, FKIP Al-Muslim Peusangan 5 orang, Dinas Pendidikan kab/kota, Bappeda, BKPP, Majelis Pendidikan Daerah, LPMP dan Konsultan SEDIA Australia.(*)