Universitas Bengkulu Belajar Sistem Kerja Lembaga Di USK

03.10.2021 Humas

Rombongan dari Universitas Bengkulu (Unib) melakukan kunjungan ke Universitas Syiah Kuala (USK) dalam rangka mempelajari sistem dan strategi pengelolaan beberapa lembaga yang ada di USK. Rombongan Unib dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama, Dr. Ardilafiza, SH., M.Hum. Kedatangan rombongan ini disambut oleh Ketua dan Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) USK, Prof. Dr. Taufik Fuadi Abidin, S.Si., M.Tech dan Dr. Sulastri, M.Si. di aula LPPM USK di Aula LPPM USK, Jumat (1/10/21)

Prof. Taufik menyambut baik maksud Unib mengunjungi USK. Ia menyampaikan, USK siap berdiskusi dan saling berbagi informasi dengan Unib untuk kemajuan dua kampus ini.

Dalam pembicaraannya, Prof. Taufik memaparkan beberapa hal penting yang ada  dan dijalankan di LPPM USK. LPPM USK memiliki empat pusat utama, yaitu Pusat Pengembangan Jurnal Ilmiah (PPJI), Pusat Pengembangan Hilirisasi dan Inovasi (PPHI), Pusat Pengembangan Hak Kekayaan Intelektual (PPKI), dan Pusat Pengembangan dan Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (P3KN). Disamping itu, sebutnya, USK memiliki 30 pusat riset aktif, dua diantaranya telah menjadi pusat riset unggulan, yaitu Atsiri Research Center (ARC) dan Tsunami Disaster Mitigation Research Center (TDMRC)

Setiap tahun, tambah Prof. Taufik, LPPM melakukan evaluasi kinerja terhadap semua pusat riset. Seluruh pusat studi akan dinilai berdasarkan tiga komponem, yaitu tata kelola, academic excellence, serta kerjasama atau kolaborasi. Pusat studi akan dinilai dengan peringkat A hingga E. Pusat studi yang mendapatkan nilai akan mendapatkan hibah senilai 30 sampai dengan 50 juta. Sementara bagi yang memperoleh nilai E, pusat studi tersebut akan ditutup.

“Penilaian ini adalah salah satu strategi kita, agar semua pusat studi bisa aktif”, kata Prof. Taufik.

Di samping itu, USK juga punya IKU yang beberapa pencapaiannya terhubung dengan LPPM, salah satunya jumlah publikasi ilmiah.

“Kita terus berupaya agar setiap tahun jumlah publikasi kita semakin meningkat. USK juga menyediakan insentif yang cukup besar untuk lingkup penelitian dan publikasi ini”, kata Prof. Taufik.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama, Dr. Ardilafiza, SH., M.Hum. menyampaikan apresiasinya kedapa USK, terutama LPPM dan UPT. TIK USK yang menurutnya sangat berkembang beberapa tahun terakhir ini. Terlebih sejak adanya dua pusat riset unggulan di USK.

“Unib memilih USK sebagai partner untuk sharing dan belajar karena kita melihat USK, khususnya LPPM USK memiliki sistem pengelolaan yang sangat baik, dan menjadi salah satu kunci keberhasilan USK selama ini”, kata Dr. Ardilafiza.

Salah satu yang ingin dipelajari Unib adalah strategi agar seluruh pusat studi bisa hidup dan aktif seperti di USK. Selain itu, Unib juga memiliki potensi terkait ilmu kebencanaan. Unib memiliki ahli kebencaaan, ahli tsunami, dan pakar-pakar lain di bidang ini.

“Target Unib sendiri adalah membentuk pusat unggulan kebencanaan, seperti yang telah lama ada di USK”, ujar Dr. Ardilafiza.

Tak hanya itu, Unib juga ingin mempelajari pengelolaan UPT. TIK di USK karena melihat perkembangan USK yang sangat baik di bidang TIK.

“Lembaga Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (LPTIK) di Unib belum secanggih USK. Oleh karena itu kita ingin melakukan sharing dan mencari strategi baru untuk perbaikan TIK di Unib”, harapnya.

Kegiatan kunjungan ini juga diisi dengan presentasi dari Kepala Biro Perencanaan Dan Hubungan Masyarakat USK, Abdul Rochim, S.Sos., M.Pd. dan Kepala UPT TIK USK, Dr. Nizamuddin, M.Info.Sc. Keduanya memaparkan mekanisme dan strategi yang dijalankan di bagian perencanaan dan TIK USK.