1096 Mahasiswa Ikuti Pembekalan KKN

30.11.2021 Humas

Sebanyak 1096 mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) mengikuti Pembekalan KKN Reguler Periode XX. Pembekalan KKN diberikan selama dua hari sejak 23 – 24 Desember 2021 secara daring. Kegiatan ini dilaksanakan agar sebelum terjun ke lokasi KKN, para mahasiswa sudah lebih terarah dalam melaksanakan program KKN.

Kepala P3KKN, Drs. Zulfitri, M.Biomed mengatakan, KKN Reguler Periode XX ini dilakukan di empat lokasi, yaitu Nagan Raya, Aceh Jaya, Aceh Besar, dan Aceh Singkil. Tema yang diangkat kali ini adalah Pemberdayaan Sumber Daya Gampong untuk Mewujudkan Desa Mendiri dan Tangguh Bencana. KKN akan dilakukan pada 6 Desember sampai 6 Januari 2022. KKN ini melibatkan 48 dosen pembimbing lapangan dari berbagai fakultas.

“Sebanyak 1096 mahasiswa dibagi menjadi 177 kelompok dan akan ditempatkan di 177 Gampong yang ada di 12 kecamatan di Aceh Singkil, Nagan Raya, dan Aceh Jaya. Sebanyak 590 mahasiswa kita tempatkan di Nagan Raya, 402 mahasiswa di Aceh Jaya, 19 mahasiswa di Aceh Besar, dan 85 mahahsiswa di Aceh Singkil dengan undangan langsung dari Bupati Aceh Singkil”, katanya.

Zulfitri juga menambahkan, 19 peserta yang akan melakukan KKN di Aceh Besar akan ditempatkan di sekitar lokasi kampus USK II. Pihak USK sudah menjalin hubungan baik dengan masyarakat di lokasi tersebut. Ia juga menyampaikan, penempatan lokasi ini ditentukan setelah para dosen pembimbing lapangan melakukan survey dan analisis resiko.

“Untuk KKN kali ini Kita menargetkan seribu mahasiswa, dan alhamdulillah yang mendaftar lebih dari seribu mahasiswa. Pemberangkatan peserta nanti KKN akan dilakukan dengan sistem drive thru setelah dilakukan swab antigen”, ungkapnya.

Kepala LP2M, Prof. Dr. Taufik Abidin menegaskan, semua kegiatan selama KKN harus mengikuti protokol kesehatan yang ketat. Walaupun saat ini tren yang terpapar covid sudah turun, kita tidak boleh lengah dan tetap harus waspada.

Menurut Taufik, KKN adalah salah satu kegiatan akademik yang sangat penting, dan kegiatan mahasiswa dalam wujud pengabdian. Pembekalan KKN ini dilakukan sebagai bekal kepada peserta KKN agar lebih lihai saat nanti berada di Lokasi KKN.

“Sebelum berangkat, kita ingin mahasiswa benar-benar bisa terbekali dengan berbagai hal yang harus mereka persiapkan, sehingga mereka bisa merencanakan program dengan baik saat dilapangan selama sebulan nanti”, kata Taufik.

Pembekalan KKN ini, menghadirkan empat narasumber yang ahli di berbagai bidang. Dr. Ir. Ambar Kusumandari dari direktorat KKN di UGM, Dr. Ir. Zulkifli, M.Si. Plt kepala BPMG Aceh, Dr. dr. Syafrizal Rahman, M.Kes., Ketua Idi Aceh yang juga Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran USK, dan Dr. Saumi Syahreza, M.Si., Dosen FMIPA USK yang juga peneliti di TDMRC.

Sementara itu, Wakil Rektor III USK, Dr. Hajjul Kamil, M.Kep menyampaikan, KKN ini berkaitan dengan mentalitas mahasiswa. Melalui KKN ini, mental mahasiswa akan diasah melalui keterlibatan mereka langsungh di tengah masyarakat.

“KKN ini juga sangat penting untuk membantu menyelesaikan masalah yang ada pada masyarakat dan menyukseskan pembangunan Indonesia”, katanya.

Hajjul berharap, mahasiswa USK bisa menjadi penghubung antara ilmu pengetahuan dan teknologi dengan masyarakat. Sehingga mahasiswa juga bisa memanfaatkan kemampuannya dalam mengimplementasikan ilmu.