FKH Unsyiah Lakukan Pemeriksaan Qurban 1441 H dari Sabang Sampai Merauke

30.07.2020 Humas

 

 

Rektor Universitas Syiah Kuala yang diwakili oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik Prof. Dr. Ir. Marwan pada Selasa 28 Juli 2020 melepas sebanyak 373 peserta mahasiswa dan tenaga koasistensi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala untuk melakukan Pengabdian Masyarakat yakni Supervisi Penyembelihan Hewan Qurban tahun 1441 H/2020 M di tempat mereka masing-masing berdomisili. Kegiatan ini dilandasi oleh pentingnya mempersiapkan dan memeriksa setiap hewan qurban sebelum dilakukan penyembelihan (antemortem inspection) dan juga pemeriksaan setelah penyembelihan atau postmortem inspection. Kegiatan pelepasan tersebut dilakukan secara daring/online dihadapan ratusan peserta dan juga dihadiri oleh Wakil Rektor III bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unsyiah Dr. Ir. Alfiansyah Yulianur BC, M.Sc., ketua PB PDHI Pusat drh. Munawarah, MM, ketua LP2M Unsyiah.

Kegiatan Pengabdian Masyarakat merupakan kegiatan regular yang selalu dilaksanakan oleh Fakultas Kedokteran Hewan Unsyiah, namun ada yang berbeda pada kegiatan tahun ini dimana dunia sedang mengalami wabah pandemic Covid-19, sehingga pelaksanaannya harus mengikuti protocol Kesehatan pencegahan covid-19, peserta pelaksananya yaitu mahasiswa hanya melakukan di tempat tinggalnya masing-masing dan dibimbing oleh Dosen Pembimbing (DP) secara daring melalui beberapa media sosial yang tersedia. Setiap kelompok yang terdiri dari 12-13 orang tersebar di berbagai tempat dibimbing oleh 2-3 orang DP. Jumlah keseluruhan peserta adalah sebanyak 33 kelompok (terdiri dari 108 laki-laki dan 265 perempuan) dengan jumlah DP sebanyak 73 orang. Dilihat dari domisili peserta kegiatan ini berlangsung mulai dari Propinsi Aceh sampai ke Lampung, dan bahkan ada yang di Banten dan Jawa Barat dan Sulawesi.

Semua peserta akan melakukan supervisi selama 5 hari yakni 1 hari sebelum lebaran Idul Adha berupa pemeriksaan antemortem dan kemudian pada saat penyembelihan serta pada penyelesaian penyembelihan yaitu postmortem. Mereka akan melakukan edukasi dan supervisi serta mengamati, menilai serta mencatat. Hasil pengamatan dan tindakan-tindakan koreksi yang perlu diperbaiki akan diberikan ke panitia qurban sebagai wujud dari kegiatan supervisi ini.

Dalam sambutannya, ketua PB PDHI mengapresiasi setinggi tingginya kegiatan mulia ini, bahwa kegiatan ini merupakan sebuah inovasi dalam memastikan bahwa setiap hewan qurban harus dalam kondisi sehat sebelum dipotong. Dalam sambutannya Wakil Rektor I berpesan bahwa kegiatan seperti ini patut menjadi contoh bagi yang lain bahwa suasana wabah Covid-19 tidak membuat kita kehilangan inovasi dan kreativitas untuk tetap menjaga kegiatan-kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Ketua Panitia Dr. drh. Razali, M.Si berharap semoga pengabdian masyarakat yang berskala nasional seperti ini mampu meningkatkan pemahaman dan implementasi ilmu serta penalaran peserta. Disamping itu diharapkan juga mampu memberikan poin besar bagi kegiatan kemahasiswaan dari sisi pemeringkatan dan sekaligus menyumbang nilai bagi akreditasi Perguruan Tinggi Universitas Syiah Kuala.