360 Mahasiswa USK Sukses Laksanakan KKN di Aceh Besar

08.07.2022 Humas

Sebanyak 360 mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) telah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Aceh Besar. KKN kolaborasi dan reguler periode XXI ini dilaksanakan sejak 6 Juni hingga 6 Juli 2022. Proses penyerahan kembali mahasiswa tersebut dilaksanakan di Kantor Camat Kecamatan Baitussalam.

Penarikan kembali mahasiswa KKN USK diserahkan oleh Camat Kecamatan Baitussalam, M Kamil Zuhri, S.STP, M.Si yang diterima Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ir. Cut Aida Fitri, M.Si, disaksikan perwakilan keuchik (kepala desa).

"Saya melihat, kehadiran mahasiswa selama sebulan ini, banyak kontribusi positif kepada masyarakat kami. Sekaligus memberikan warna tersendiri untuk gampong (desa)," kata M Kamil dalam sambutannya.

Ia mengapresiasi dua program unggulan dari mahasiswa KKN, yaitu fokus pada pendidikan serta keagamaan. Menurutnya, sebagai orang yang terdidik, transfer pengetahuan merupakan keniscayaan. Terpenting adalah menjadi contoh sekaligus motivator untuk masyarakat, agar punya semangat belajar yang tinggi. Terutama kepedulian untuk menyekolahkan anak-anak.

Di Kecamatan Baitussalam, mahasiswa KKN USK ditempatkan di empat gampong, meliputi Labui, Miruk, Lam Asan dan Lam Ujong. Selama ini, program yang dijalankan oleh mahasiswa disambut hangat oleh masyarakat dan hubungan kedua pihak berlangsung harmoni.

"Alhamdulillah tidak ada satu pun suara sumbang dari masyarakat. Artinya mahasiswa USK selama menjalani KKN, menjaga norma dengan baik," tutur Camat Baitussalam.

Sementara itu, mewakili Rektor USK, Cut Aida menyampaikan terimakasih yang tak terhingga kepada camat Baitussalam, para keuchik dan istimewa masyarakat, yang telah menerima mahasiswa USK untuk melaksanakan pengabdiannya.

Dengan penerimaan hati yang lapang serta penuh keramahan, membuat para mahasiswa bisa menjalankan perannya dengan baik. Terutama memaksimalkan potensi gampong, yang jelang KKN telah dilakukan survei terlebih dahulu. Menurutnya, KKN bukan sebatas melaksanakan kewajiban, tetapi mahasiswa belajar beradaptasi di tengah masyarakat.

"Mahasiswa belajar banyak hal, terutama soal adaptasi dan komunikasi yang baik. Mungkin sebelumnya di kampus egonya labil, sekarang menjadi lebih matang nan dewasa," ungkap Cut Aida.

Dirinya berharap, hubungan USK dengan masyarakat Aceh Besar, khususnya di Kecamatan Baitussalam tidak hanya sampai pada level KKN, namun terus terajut dengan ragam program lainnya. Terutama terkait Tri Dharma perguruan tinggi tentang pengabdian.

"Kami mengucapkan terimakasih untuk penerimaan yang sangat baik. Kami juga memohon maaf atas segala kesalahan selama berada di tengah-tengah masyarakat," ucapnya.