702 Mahasiswa KKN USK Siap Sukseskan PORA dan Berdayakan Pulau Aceh

05.12.2022 Humas

Universitas Syiah Kuala (USK) resmi melepas 702 mahasiswa untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) reguler periode XXII di Kabupaten Aceh Besar dan Pidie. Pelepasan dan penerimaan peserta KKN ini berlangsung di halaman Rektorat kampus setempat. (Banda Aceh, 5 Desember 2022)

Ketua LPPM USK, Prof. Dr. Taufik Fuadi Abidin, S.Si., M.Tech dalam laporannya mengatakan, KKN pada dua kabupaten tersebut dilakukan di sembilan kecamatan. Dengan rincian, enam kecamatan di Aceh Besar dan tiga di Pidie, yang berlangsung sejak 5 Desember hingga 5 Januari 2023.

"Sebanyak 55 mahasiswa KKN USK ditempatkan khusus di Pidie, dalam rangka menyukseskan kegiatan Pekan Olahraga Rakyat Aceh (PORA) tahun 2022. Mereka akan berperan dalam tata kelola sampah," kata Prof Taufik.

Kehadiran mahasiswa USK, dipandang bisa menjadi role model bagaimana tata kelola sampah yang benar lagi efisien dalam sebuah event. Apalagi PORA merupakan wadah penjaringan bagi atlet Aceh untuk bertanding di PON. Terlebih Aceh dan Sumut menjadi tuan rumah PON 2024. Maka sukses prestasi selaras dengan sukses penyelenggaraan, termasuk soal kebersihan.

Sepanjang tahun 2022, ia mengungkapkan bahwa mahasiswa USK yang telah melaksanakan KKN dari berbagai program, baik reguler, non reguler serta kebangsaan berjumlah 4200 orang. Ditambah lagi dengan mahasiswa yang mengikuti MBKM USK Unggul, yang terekognisi sebagai mata kuliah KKN.

"Maka total mahasiswa USK yang sudah mengikuti KKN sepanjang tahun 2022, dari berbagai program, berjumlah 6900 mahasiswa," sebut Ketua LPPM.

Sementara itu, Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan dalam arahannya mengatakan, kehadiran mahasiswa KKN USK dalam menyukseskan PORA Pidie 2022 sangatlah penting. Dirinya berharap, mereka bisa mengerahkan segala kemampuan terbaik untuk menyukseskan ajang pesta olahraga multi event empat tahunan tersebut.

"InsyaAllah mahasiswa KKN USK bisa berkontribusi positif baik di Aceh Besar maupun Pidie. Terlebih mereka sudah mendapatkan pembekalan KKN. Jadi program yang direncanakan dengan baik, tinggal dijalankan dengan benar," kata Rektor.



Lebih jauh, Prof Marwan mengatakan, KKN kali ini punya makna lebih, karena mahasiswa USK melaksanakan KKN di Pulau Aceh. Bagi peserta, diingatkan untuk melaksanakan program dengan benar, demi tercapainya tujuan KKN, yang tahun ini mengusung tema: Optimalkan potensi gampong untuk mewujudkan ekonomi kreatif menuju masyarakat bebas penyalahgunaan narkotika dan stunting.

"Terimakasih untuk sambutan dari Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, yang telah menyediakan transportasi kapal bagi peserta KKN dari USK. Kita berharap, di semua kecamatan di Aceh Besar, mahasiswa bisa menggerakkan ekonomi masyarakat, serta menjadi wadah bagi mereka dalam mengasah soft skill," ujar Prof Marwan.

Kehadiran peserta KKN USK diterima dengan hangat oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Besar. Staf Ahli Bupati Aceh Besar bidang SDM, Drs. Syukri menyampaikan, tema KKN USK sangat sesuai dengan isu strategis yang sedang menjadi fokus pemerintah setempat.

"Malah sebelumnya, Pemerintah Aceh Besar sudah berkoordinasi dengan USK untuk membentuk tim, dalam rangka penanggulangan stunting. Kehadiran mahasiswa KKN, memberikan semangat berlebihan bagi masyarakat Aceh Besar, terutama dalam menggenjot ekonomi kreatif. Ini penting, sebab kita tau masyarakat kita baru saja selesai ditimpa Covid-19 yang meluluhlantakkan segala lini kehidupan," tutur Syukri.

Kepada peserta KKN USK, ia mengimbau untuk membangun hubungan yang harmonis dengan warga, berkoordinasi dengan perangkat desa. Dengan demikian, segala program KKN bisa berjalan dengan lancar.