Akademisi Unsyiah Bersama DPRK Survei Sistem Drainase di Banda Aceh

14.05.2020 Humas

Pascabanjir yang merendam Kota Banda Aceh, dua akademisi Fakul­tas Teknik Universitas Syiah Kuala, yakni Prof Dr Azmeri ST MT dan Surya Berman­syah ST MT melakukan sur­vei ulang kelayakan sistem drainase di Banda Aceh, khususnya di kawasan Jalan Mohammad Jam.

Dikutip dari Serambinews.com, dalam survei ini mere­ka juga mengajak pimpinan dan anggota DPRK Banda Aceh. Hadir dalam survei itu Ketua DPRK, Farid Nyak Umar, Wakil Ketua, Usman, Ketua Komisi III, Arief Khal­ifah serta Sabri Badruddin.

Prof Azmeri pada kesempatan itu menyam­paikan, persoalan banjir yang terjadi di Banda Aceh beberapa hari lalu harus di­lihat dari hulu sampai ke hil­ir. Berdasarkan faktor alam katanya, memang curah hujan saat itu sangat tinggi sekali yang mencapai 287 milimeter per hari, menurut­nya itu termasuk hujan su­per ekstrem sekali.

Tapi, katanya, walau­pun sumber hujannya besar, tetapi bila didukung oleh sistem drainase yang baik dan sistem pompa yang baik menurutnya genangan air bisa diperkecil dan kemun­gkinan terjadinya banjir juga bisa diminimalisir.

Untuk menghindari ban­jir, menurutnya, juga tidak mungkin karena memang genangan banjir kemarin ter­jadi pada saat pasang. Akan tetapi kondisi ini bukan be­rarti tidak bisa disiasati, salah satu yang bisa dilakukan ialah membenarkan outlet drainase.

Sementara Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh, Teuku Arief Khalifah mengatakan, banyak drainase yang perlu dilakukan perawatan teruta­ma di kawasan Kampung Baru karena outlet air yang masuk dalam drainase itu banyak yang tersumbat.

Hasil peninjauan tadi, katanya, ada pendangka­lan drainase akibat menum­puknya sampah. Ia berharap ke depan sampah-sampah yang berasal dari ketidakdi­siplinan masyarakat dalam membuang sampah itu bisa dibersihkan.

Hal serupa juga disam­paikan anggota Komisi III Sabri Badruddin. Ia menyam­paikan, setelah kejadian ban­jir beberapa hari lalu, DPRK ingin mengevaluasi kondisi tata kota, termasuk insfras­truktur drainase dan penan­ganan banjirnya.

Sabri Badruddin menjelas­kan, semua ini akan menjadi bahan evaluasi untuk dilakukan perbaikan, begitu juga dengan rumah pompa. Menurutnya, pada dasarnya rumah pompa ini masih bagus. Namun, saat ter­jadi banjir mengalami gangguan karena tergenang.