BPHM USK GELAR SOSIALISASI REVISI ANGGARAN 2021

28.04.2021 Humas

Biro Perencanaan dan Hubungan Masyarakat (BPHM) Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar workshop untuk mensosialisasikan tata cara revisi anggaran taBiro Perencanaan dan Hubungan Masyarakat (BPHM) Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar workshop untuk mensosialisasikan tata cara revisi anggaran tahun 2021 dan pemahaman Bagan Akun Standar (BAS) di lingkungan kampus tersebut. Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Rektor II USK Dr. Ir. Agussabti, M.Si di Oasis Hotel. (Banda Aceh, 28 April 2021).

Agussabti dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini sangat penting khususnya dalam upaya menciptakan transparansi dan sinergisitas antar sesama. Untuk itulah, Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan ini menilai, sosialisasi tersebut harus mampu dipahami dengan baik oleh semua pihak, khususnya unit kerja di USK yang terhubung dengan BPHM.

"Kita berharap sosialisasi ini mendatangkan manfaat kepada semua yang terlibat. Tata cara revisi anggaran ini amat penting, agar ke depannya tak ada temuan yang tidak kita inginkan," kata Wakil Rektor II.

Pada sosialisasi ini, BPHM USK menggandeng  Kantor wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Aceh. Kepala Seksi PSAPP dan Kepala Seksi PPA I-D kanwil tersebut menjadi pemateri. Secara umum, sosialisasi ini berlangsung dengan lancar, mengikuti protokol kesehatan dan diakhiri buka puasa bersama.

Kepala BPHM USK, Abdur Rochim, S. Sos., M.Pd pada kegiatan tersebut menyampaikan, pencapaian USK terkait akuntabilitas kemarin waktu memperoleh nila A. Ia berharap, dengan adanya sosialisasi ini, prestasi tersebut dapat ditingkatkan, atau setidaknya dapat dipertahankan.

Selama ini, katanya, adanya temuan dikarenakan ketidaksepahaman. Di Jakarta (pusat) sudah diarahakan, tetapi pada tahap eksekusi anggaran  hingga selesai, kadang tidak sesuai dengan apa yang diapahami oleh tim pemeriksa. Karena itu, sosialisasi terkait revisi anggaran 2021, pihaknya sengaja mengundang semua yang terlibat, hingga ke tingkat fakultas.

"Sengaja kami undang tim fakultas, agar mengetahui mana yang bisa direvisi atau tidak. Sehingga kami tidak mengulangi hal yang sama," ujar Abdur Rochim.