Cabang Pembacaan Maulid Nabi Jadikan MTQMN Unsyiah Lebih Semarak

05.08.2019 Humas

Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran Mahasiswa Nasional (MTQMN) XVI di Unsyiah terdapat satu cabang yang berbeda dari ajang serupa dari tahun sebelumnya. Yaitu hadirnya cabang Musabaqah Pembacaan Kitab Maulid Nabi yang tahun ini statusnya masih eksibisi.

Koordinator Humas Panitia MTQM, Zulkarnain Jalil yang didampingi Wakil Ketua Panitia, Nashrillah Anis kepada serambi kemarin menyampaikan, meskipun masih berstatus cabang eksibisi dan pertama kali dipertandingkan, namun pembacaan maulid nabi sudah diikuti oleh 18 kafilah.

Salah satu cabang pertandingan yang cukup menarik perhatian penonton dalam ajang ini yaitu Musabaqah Pembacaan Kitab Maulid Nabi.

"Sebab pada pertandingan ini, kita terasa berada pada bulan-bulan maulid yang lazim terjadi di Aceh," ujarnya.

Zulkarnain mengatakan, cara menampilkan maulid nabi ini memang sesuai dengan ciri khas daerah masing-masing. Jika Aceh menampilkan dalail atau dzikee maulid, maka sejumlah daerah menampilkan semacam barzanji.

Salah seorang panitia, Ferhat yang hadir di Aula Lab School Unsyiah, yang merupakan majelis Pembacaan Kitab Maulid ini dipertandingkan mengakui bahwa ia begitu menikmati penampilan peserta saat menyenandungkan bacaan shalawat serta zikir maulid tersebut.

“Kalau kita orang Aceh, rasa-rasanya memang persis kayak lagi bulan maulid,” ungkapnya.

Sementara Ketua Bidang Perlombaan MTQMN XVI Prof Dr Mustanir, M.Sc mengatakan, Tahun ini adalah kali pertama cabang tersebut dipertandingkan. Cabang ini sengaja dipersiapkan untuk masuk sebagai cabang resmi pada MTQMN mendatang.

Meskipun statusnya hanya cabang eksebisi, namun jumlah kafilah yang turut ambil bagian pada cabang ini termasuk banyak. Dari 179 kafilah MTQMN, 18 di antaranya mengikuti cabang tersebut.

Prof Mustanir menambahkan, cabang Pembacaan Kitab Maulid sengaja diperlombakan karena memiliki nilai-nilai syiar dan seni yang tinggi. Selain itu, salawat dan zikir adalah sebuah amalan yang sangat dianjurkan. (*)