Cegah Stunting, Klinik Pratama USK Gencarkan Edukasi Lewat Media Sosial

05.08.2022 Humas

Salah satu upaya pencegahan stunting Klinik Pratama dr. T. Makmur Mohd Zein Universitas Syiah Kuala (USK) rutin melaksanakan edukasi kesehatan melalui media sosial Instagram. Kegiatan tersebut merupakan upaya pencegahan stunting dengan pemberian ASI eksklusif.

Dokter Spesialis Gizi Klinik di RSUDZA dan Divisi Usaha & Kerjasama Aceh Peduli ASI, dr. Fiona Desi  Amelia, Sp.GK, AIFO-K menjelaskan, stunting adalah kondisi yang ditandai dengan perawakan pendek. Secara subjektif, bukan karena genetik tapi disebabkan oleh kekurangan gizi. Kondisi tersebut ditandai dengan tinggi badan yang tidak sesuai dengan usianya.

"Berdasarkan data nasional, 1 dari 3 anak di Indonesia mengalami stunting. Sedangkan data Pemerintah Aceh tahun 2022 menyatakan bahwa terdapat 3 kabupaten yang memiliki masalah stunting, yaitu Simeulue sebesar (22,20 %), Subulussalam (22, 5%) dan Aceh Besar sebesar (22,5%)," jelas dr. Fiona.

Ia menerangkan, masalah stunting yang terjadi sangat berkaitan dengan 1000Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang dimulai dari sejak dalam kandungan (janin), hingga mencapai usia 2 tahun. Selain itu, juga dapat dipengaruhi oleh kondisi status gizi calon ibu, seperti kondisi anemia dan status gizi kurang pada saat remaja.

“Kondisi stunting pada bayi dan balita dapat diperbaiki dengan pemberian ASI eksklusif selama 2 tahun paska melahirkan dan pemberian asupan dengan pedoman gizi seimbang, sesuai anjuran selama masa pertumbuhan pada anak. Masa tersebut merupakan masa emas pertumbuhan (Golden Age) sejak usia 0-5 tahun," ungkapnya.

Sementara itu, Ahli Gizi dan Tim Promkes Klinik Pratama USK, Bella Chikita Oktaviani, S.Gz mengatakan, Klinik Pratama USK mendukung penuh upaya pemberian ASI eksklusif pada bayi, dan membantu mengontrol status gizi pada remaja, calon ibu.

"Guna menurunkan angka kejadian sunting di wilayah Aceh, khususnya daerah Darussalam dan Aceh Besar. Dukungan ini kami lakukan dalam bentuk pemberian edukasi kepada masyarakat di lingkungan USK baik secara langsung, maupun melalui media sosial dan media massa," ujar Bella.