Cegah Stunting, Mahasiswa USK Latih Budikdamber di Bener Meriah

21.06.2022 Humas

Warga Desa Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah mendapatkan pelatihan Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber) oleh Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK). Pelatihan tersebut melibatkan empat kelompok Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang ada di Kecamatan Wih Pesam.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Ir. Purwana Satriyo, S.TP., MT., IPM mengatakan, potensi air mengalir di kawasan tersebut melatarbelakangi anak asuhnya untuk menggerakkan warga menggunakan Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa Budikdamber. Hal ini penting, agar warga di sana tidak semata-mata bergantung di sektor kopi.

"Budikdamber sendiri adalah kegiatan budidaya ikan lele di dalam ember, dengan penanaman sayuran aquaponik di atasnya," kata Dr. Purwana.

Ia menyebutkan, program Budikdamber dapat mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional yang bernama Kawasan Rumah Pangan Lestari. Pembuatannya mudah dilakukan oleh keluarga di rumah masing-masing dikarenakan modal yang diperlukan relatif kecil dan tidak memerlukan lahan yang besar. Potensi ini kemudian dapat memberikan output berupa perbaikan gizi masyarakat, agar mencapai hasil pola pangan harapan dari kurangnya konsumsi protein hewani.

"Program ini adalah Program Nasional untuk Ketahanan Pangan, Kawasan Rumah Pangan Lestari. Sudah dikembangkan, tiap-tiap daerah desa perkotaan ada kegiatan tersebut. Budikdamber juga cocok untuk mengatasi kurangnya konsumsi protein hewani hampir di seluruh daerah Aceh, agar sesuai hasil pola pangan harapan yang masih di bawah standar nasional," jelasnya.

Dr. Purwana juga mengapresiasi kemampuan mahasiswa KKN yang dapat mensukseskan kegiatan tersebut, dan berterima kasih kepada para tamu yang hadir dan menyukseskan kegiatan Budikdamber, yang dilaksanakan pada hari Minggu, 19 Juni 2022 di Gedung Musara Desa Jamur Ujung, Wih Pesam.

Kegiatan ini dibuka Wakil Rektor I USK, Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si, IPU. Dalam sambutannya, ia berharap mahasiswa KKN dapat mentransfer ilmu, nilai, dan kreativitas yang sudah didapatkan di kelas untuk diimplementasikan sesuai basis sumber daya masyarakat.

"Tujuan KKN adalah transfer knowledge, nilai dan creativity. Bagaimana ilmu yang kita miliki, dapat di hayati kemudian di implementasikan. Lihat bagaimana basis sumber daya masyarakat dan diinovasikan," tutur WRI USK.



Lebih jauh, ia berharap, dengan dukungan perangkat pemerintah daerah dan pihak universitas, ide-ide yang ditemukan dan telah dipraktekkan, bisa dilanjutkan oleh warga, meskipun masa KKN nya sudah berakhir.

Untuk diketahui, adapun empat kelompok yang ikut berhadir pada acara tersebut berasal dari Desa Jamur Ujung Kelompok KKN XXI-66, Desa Lut Kucak Kelompok KKN XXI-65, Desa Wonosobo Kelompok KKN XXI-64, dan Desa Cinta Damai Kelompok KKN XXI-63, dengan koordinator Lokasi Wih Pesam, Dr. Ir. M. Dirhamsyah, M.T., IPU.

Kepala Bappeda Bener Meriah, Khairun Aksa, SE., MM mengaku senang dengan kiprah mahasiswa KKN. Keberadaan mereka, bermanfaat bagi warga. Ia berharap, selama mahasiswa menjalani kegiatan KKN; masyarakat dapat meningkatkan potensi sumber daya yang telah dimiliki dan memberikan nilai tambah dari sebuah produk.

"Contoh Gutel (makanan khas Bener Meriah) yang ada di hadapan kita ini. Tidak cukup rasanya saja yang enak, tapi diperlukan pula kemasan yang bagus, packaging istilahnya. Kalau rasanya enak, bentuknya bagus, harganya mahal enggak masalah," imbuh Khairun.

Pada kesempatan tersebut, selain Kepada Bappeda, turut hadir Camat Wih Pesam, Sabri, S. Pd.i., M. Pd, Reje Jamur Ujung, dan perwakilan dari Danramil setempat.