CENTROVETS-OHCC Unsyiah Selenggarakan Webinar Pencegahan Resistensi Antibiotik

24.07.2020 Humas

Saat ini temuan kasus resistensi antibiotik baik pada manusia maupun hewan dilaporkan semakin meningkat di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Atas dasar perkembangan situasi tersebut maka dalam rangka meningkatkan kewaspadaan dan mempersiapkan langkah-langkah pengendaliannya Center for Tropical Veterinary Studies-One Health Collaboration Center (OHCC) Universitas Syiah Kuala melaksanakan kegiatan webinar. Seminar online ini dilaksanakan pada hari Rabu, 22 Juli 2020 dengan topik “Resistensi Antibiotik dan Dampaknya Terhadap Peningkatan Transmisi Zoonosis”. Acara webinar ini merupakan hasil Kerjasama dari Centrovets-OHCC Unsyiah dengan Indonesia One Health University Network (INDOHUN)-One Health University Network (OHW) dan Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PB PDHI).

Acara tersebut dibuka oleh Ketua LP2M Unsyiah, yang diwakili oleh Sekretarisnya Dr. drs. Syamsulrizal, M.Kes dan dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Umum PB PDHI, drh. Muhammad Munawaroh, M.M. Dalam kegiatan ilmiah virtual tersebut acara dimoderatori oleh Kepala Centrovets-OHCC Unsyiah, drh. Teuku Reza Ferasyi, MSc., PhD. Dan menghadirkan empat orang pemateri yang berasal dari berbagai sektor dan bidang ilmu. Pembicara pertama adalah . Dr. Emil Agustiono yang merupakan  Team Leader Fleming Fund Project, Indonesia dengan topik Pengendalian Resistensi Anti Mikroba Lintas Sektor.  Selanjutnya nara sumber kedua yaitu  dr. Romadona Triada  dari Subdirektorat Zoonosis, Direktorat P2PTVZ, Kemenkes RI yang membahas tentang  Resistensi Antibiotik Dan Dampaknya Terhadap Peningkatan Transmisi Zoonosis. Kemudian pemateri ketiga adalah Dr. drh. Maria Fatima Falupi, M. Si  yang merupakan fungsional Medik Veteriner dari Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan dengan pemaparan mengenai Penilaian Risiko Antimikrob pada hewan produksi berkenaan dengan AMR. Pembicara terakhir adalah drh. Dyah Setyowati, yang merupakan Kepala Seksi Penanggulangan Hama dan Penyakit Ikan, Direktorat Kawasan dan Kesehatan Ikan, Dirjen Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan R.I. mempresentasikan materi tentang Kebijakan Pengendalian AMR Di Bidang Akuakultur.

Kegiatan webinar ini diikuti oleh sejumlah 600 peserta secara daring, baik langsung melalui media zoom maupun dengan mengakses live streaming via jaringan youtube. Para peserta tersebut berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia dengan beragam latar belakang bidang ilmu. Sebagian besar adalah mereka yang memiliki pengetahuan dan keahlian bidang hesehatan masyarakat dan Kesehatan hewan.

Resume dari materi dan diskusi dalam webinar ini disampaikan di bagian penutup oleh Prof. dr. Agus Suwandono, yang merupakan perwakilan dari INDOHUN. Inti dari kesimpulannya adalah perlunya wadah yang dapat mengumpulkan peran dan strategi lintas sektor agar dapat bersinergi mencegah peningkatan kasus resisteni antibiotik  dan juga transmisi zoonosis. Hal ini juga merupakan salah satu bagian dari strategi mencegah munculnya pandemic baru yang dapat mengganggu tatatan sosial-ekonomi dunia di masa yang akan datang.