Di Hadapan Wapres, Rektor Sampaikan Pencapaian Penting Unsyiah pada Miladnya ke 58

03.09.2019 Humas

Rektor Universitas Syiah Kula Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng memimpin Sidang Terbuka dalam Rangka Milad Unsyiah yang ke 58 di Gedung AAC Prof. Dr. Dayan Dawood, MA. Sidang tersebut turut dihadiri Wakil Presiden Republik Indonesia Dr. HC. Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla dan Plt. Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah, M. Si. Pada kesempatan itu Rektor menyampaikan sejumlah pencapaian penting Unsyiah. (Darussalam, 3/9).

Rektor mengatakan, di usia ke-58 ini, Unsyiah semakin dekat dengan visinya untuk menjadi universitas inovatif, mandiri, dan terkemuka. Kiprah universitas ini semakin diperhitungkan di level nasional dan internasional. Lompatan prestasi signifikan Unsyiah dimulai empat tahun lalu yang berhasil meraih akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional.

Unsyiah juga masuk ke dalam delapan perguruan tinggi terbaik di Indonesia versi Webometrics, nomor tujuh versi Scimago Institutions Rangkings, dan peringkat 14 secara nasional menurut Science and Technology Index (Sinta) Kemenristekdikti.

Namun menurut Kemenristekdikti, peringkat umum Unsyiah saat ini masih berada di ranking ke-23 di antara perguruan tinggi lainnya secara nasional. Meski angka ini lima level lebih baik dari tahun lalu, tetapi menunjukkan jika Unsyiah masih memiliki peluang dan kesempatan yang sangat terbuka untuk terus berkembang di masa depan.

Rektor menjelaskan salah satu upaya mengembangkan dan mengangkat reputasi Unsyiah melalui penguatan kapasitas program studi. Saat ini, Unsyiah memiliki 135 program studi yang bernaung di 12 fakultas, program pascasarjana, dan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) di Gayo Lues.

“Hingga saat ini, jumlah alumni Unsyiah telah mencapai 126.649 orang dan mereka telah berhasil membangun karier dan berkontribusi signifikan dalam masyarakat,” ujar Rektor.

  

Sepanjang tahun 2019, mahasiswa Unsyiah berhasil meraih paling tidak 66 prestasi, yaitu 10 prestasi internasional, 26 prestasi tingkat nasional, 27 prestasi tingkat regional, dan 3 prestasi tingkat wilayah. Prestasi terakhir Unsyiah berhasil raih Juara Umum pertama di IMT-GT Varsity Carnival di Wailailak, Thailand.

Selain itu lanjut Rektor, Unsyiah saat ini telah memiliki dua Pusat Unggulan Iptek (PUI), yaitu Atsiry Research Center (ARC) yang fokus pada riset tentang nilam dan Tsunami Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) yang fokus pada mitigasi bencana. Selain itu, beberapa inovasi juga telah menunjukkan hasil, seperti inovasi padi hasil rekayasa sinar gamma, yang mampu tumbuh dalam cuaca kering, serta inovasi Mesin Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) Skala Komersial.

 Kondisi Unsyiah saat ini, menurut Rektor tidak terlepas dukungan dan bantuan dari semua pihak. Ia berharap kunjungan Wapres Jusuf Kalla ke Unsyiah menjadi penyemangat bagi sivitas Unsyiah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikannya.

“Semoga universitas ini terus berkembang, terus menjadi kebanggaan, dan benar-benar menjadi universitas inovatif, mandiri, dan terkemuka,” pungkas Rektor.

Wapres Jusuf Kalla juga tercatat sebagai salah satu penerima anugerah Doktor Honoris Causa (Dr HC) dari Unsyiah pada tahun 2015 silam. Jusuf Kalla dianggap berperan besar dalam proses perdamaian Aceh. Pada Milad kali ini, Wapres Jusuf Kalla hadir untuk menyampaikan orasi ilmiah sekaligus untuk meresmikan gedung baru Project 7 in 1.