Dihadiri Pakar dan Praktisi Nasional, USK Business Forum (UBF) Diluncurkan

02.08.2021 Humas

Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng, IPU, Sabtu, 31 Juli 2021 membuka webinar nasional sekaligus meluncurkan USK Business Forum (UBF) secara daring di Banda Aceh. UBF dibentuk sebagai wadah komunikasi antara dunia perguruan tinggi dengan dunia usaha. Wadah ini sangat dibutuhkan sebagai jembatan menghilirisasikan hasil riset dan inovasi berbasis ilmu pengetahuan kepada dunia usaha dan juga mendapatkan umpan balik dari dunia usaha untuk arah riset dan inovasi yang implementatif dan dibutuhkan oleh masyarakat. Pada kesempatan yang sama juga dilakukan Webinar Nasional dengan tema Akselerasi Sosio-Technopreneurship dan Inovasi Perguruan Tinggi dengan menghadirkan pakar dan paktisi nasional.

Rektor USK, Samsul Rizal dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang besar atas terbentuknya UBF. Menurutnya, forum ini memiliki posisi startegis untuk menumbuhkembangkan iklim dunia usaha yang lebih inovatif. USK dengan jumlah civitas akademika yang cukup besar memiliki banyak potensi yang bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan bisnis berbasis produk hasil inovasi, jasa pelayanan dan sekaligus menjadi market yang besar bagi mitra bisnis USK.

“Dosen-dosen dan mahasiswa USK memiliki kesempatan menghasilkan inovasi dari hilirisasi riset yang bernilai komersial yang tinggi. Selain bisa menghasilkan berbagai kekayaan intelektual bagi kampus, sekaligus juga bisa dikomersialkan untuk menghasilkan pendapatan baik bagi kampus maupun masyarakat” jelas Samsul.

“Saya mengharapkan kepada mahasiswa USK untuk dari sekarang melatih diri menjadi wira usaha muda, jangan lagi mengharapkan menjadi pegawai negeri. Jadilah pengusaha yang tangguh, kompeten dalam keilmuan, berani dan kuat menghadapi tantangan, terampil dalam komunikasi, serta berakhlak mulia. Ini akan menjadi modal besar dalam memperbaiki masa depan bangsa kita”, lanjut rektor.

Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi Kemenkeu RI & Direktur Utama LMAN 2015-2020, Dr. Rahayu Puspasari yang merupakan pembicara pertama dalam webinar ini menyampaikan materi tentang kreativitas dalam mengelola aset dan sumber daya di perguruan tinggi khususnya yang berstatus Badan Layanan Umum (BLU) seperti USK. Menurutnya, potensi Bisnis USK yang demikian besar harus dikelola dengan cermat dan fokus agar bias menghasilkan reveniew generating bagi pengembangan sekaligus kemandirian USK.

“Analisis model bisnis harus dilakukan secara cermat, agar income yang dihasilkan dari satu unit bisnis tidak habis untuk subsidi kepada unit bisnis yang tidak produktif. Namun demikian, income tidak selalu harus diartikan secara finansial berupa uang cash. Income juga bisa berarti dampak sosial budaya yang bisa diperoleh dalam suatu aktivitas bisnis” ujar Rahayu.

Selanjutnya narasumber kedua, Dr. Riza Damanik yang merupakan Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM RI menguraikan posisi strategis UMKM dan perguruan tinggi dalam perekonomian nasional.

“Perguruan tinggi bisa membantu UMKM meningkatkan inovasi teknologi agar produk UMKM bernilai tinggi dan memperoleh justifikasi ilmiah sehingga mampu bersaing di market, baik lokal, nasional maupun internasional,” jelas Riza.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Badan Pengembangan Bisnis USK, Syaifullah Muhammad menguraikan potensi bisnis yang ada di USK, baik bisnis akademik maupun bisnis non akademik. Saat ini banyak peluang bisnis yang bisa dikembangkan dan melibatkan pihak dunia usaha sebagai mitra bisnis. Beberapa peluang antara lain pembukaan klinik pratama dan apotek Pendidikan, Roasting Kopi, Peternakan, Rumah Sakit Hewan dan Petshop, Pembibitan, Daur ulang sampah, SPBU, Hotel, Furniture, Training, Jasa kepakaran, sport center, open space even, kantin dan mini market dan ekspor produk atsiri.

“Mari berkolaborasi dengan USK-Business atau U-Business. USK memiliki berbagai fasilitas dan sumber daya yang bisa menjadi income generating untuk kemajuan Bersama. Kedepan, setiap orang akan berkesempatan mendapatkan income dari USK-Business. Dengan aplikasi yang akan dikembangkan, maka setiap transaksi bisnis yang terjadi, akan ada potongan yang di share langsung ke rekening yang bersangkutan. Dengan demikian, puluhan ribu mahasiswa dan civitas akademika USK berkesempatan untuk mendapatkan income sebagai tenaga marketing dari produk dan fasilitas USK”, urai Syaifullah yang juga merupakan Kepala ARC-PUIPT Nilam Aceh USK.

Dr. Meika Syahbana Rusli, kepala SBRC IPB & Dirut. PT. BLST IPB 2012-2019 yang juga pemateri dalam webinar ini turut memaparkan pengalaman IPB dalam pengembangan bisnis. Dilanjutkan dengan pemaparan dari Ismail Rasyid, SE., CEO PT. Trans Continent (Royal Group) dengan materi Pengembangan Potensi Daerah Untuk Bisnis Nasional dan Internasional. Rasyid merupakan pengusaha asal Aceh yang sukses melakukan bisnis ekspor impor. Pembicara terakhir dalam kegiatan ini adalah Fendi Anjasmara, Kepala PT. Pos Perwakilan Aceh yang menguraikan digital marketing sebagai salah satu tools penting untuk bisnis di masa depan.

Webinar dimoderatori oleh Dr. Ratna Mulyany, Kepala Divisi Kerjasama dan Hubungan Internasional Badan Pengembangan Bisnis USK. Acara yang dihadiri oleh ratusan peserta dari seluruh Indonesia dan juga dari Singapura, Malaysia dan Australia ini ditutup oleh Wakil Rektor I USK Prof. Marwan.