Dosen USK Sharing Teknik Bercerita Sastra Kontemporer

23.07.2021 Humas

Dosen Sastra di Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Syiah Kuala, Dr. Wildan, M.Pd., membeberkan metode dan teknik bercerita dalam karya sastra Indonesia kontemporer. (Banda Aceh, 17 Juli 2021).

Berdasarkan informasi dari Acehtrend, pengetahuan tersebut disampaikan Wildan melalui seminar yang dilaksanakan secara daring oleh Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP USK.

 Menurut Wildan, selama ini banyak orang salah memahami pendekatan dalam teknik bercerita sehingga banyak kritikus sastra yang menganggap sama antara sudut pandang dan narator.

“Selama ini, pemahaman mengenai sudut pandang dan narator dianggap sama. Padahal ini dua hal yang berbeda. Narator lebih kepada teknik bercerita, apakah dia menggunakan akuan atau diaan. Sudut pandang itu dilihat dari sudut mana penceritaan dilakukan,” kata Wildan.

Seminar daring yang digelar dalam rangka Purnabakti Dr. Rajab Bahry, M.Pd. dan Dra. Hj. Sa’adiah, M.Pd. tersebut diikuti oleh seratusan peserta dari berbagai instansi dan latar belakang, ada dosen, guru, dan mahasiswa.

Wildan yang sudah menekuni kajian novel-novel A. Hasjmy sejak lima belas tahun lalu, mengatakan kritik sastra akan terus berkembang sesuai dengan gaya bercerita para pengarang.

“Kali ini saya membahas narator dalam cerpen-cerpen Herman RN. Saya sudah membaca 38 cerpen Herman yang sudah diterbitkan di berbagai media, termasuk yang dalam antologi Pembunuh Ketujuh. Ternyata narator dalam cerpen-cerpen Herman RN sedikit sekali yang menggunakan tekni bercerita diaan,” kata Wildan.