Dua Tim Peneliti USK Menangkan Grant Riset Sawit 2022

22.09.2022 Humas

Dua Tim Peneliti Universitas Syiah Kuala berhasil memenangkan Grant Riset Sawit 2022 dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), untuk mendukung penelitian dan pengembangan perkebunan kelapa sawit. (Bogor, 21 September 2022).

Informasi ini disampaikan oleh Direktur Utama BPDKS Sawit Eddy Abdurrachman dalam acara penandatangan kontrak kerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengembangan Universitas Syiah Kuala (USK) yang dilaksanakan pada 21 September 2022 di IPB International Convention Center Bogor.

Pada kesempatan tersebut, Eddy Abdurrachman menjelaskan, pada tahun 2022 ini BPDPKS telah melakukan seleksi ketat terhadap 336 proposal dan menyetujui sebanyak 46 usulan riset untuk didanai. Dari jumlah tersebut, USK berhasil meloloskan 2 judul riset dari 2 kelompok peneliti yang berbeda.

Adapun tim peneliti tersebut adalah, tim peneliti pertama dipimpin oleh Prof. Dr. Humam Hamid (Fakultas Pertanian) beranggotakan Dr. Agus Nugroho (Fakultas Pertanian), Dr. Hesti Meliana (Fakultas Teknik), Dr. Rusdi (Fakultas Pertanian). Lalu tim peneliti kedua dipimpin oleh Dr. Asri Gani (Fakultas Teknik).

“Total pendanaan GRS 2022 yang berhasil didapatkan oleh USK tahun ini tergolong besar dengan periode riset selama 2 tahun,” ucapnya.

Selanjutnya, dirinya mengatakan program GRS ini bertujuan untuk memberikan dukungan pendanaan kepada Lembaga Penelitian dan Pengembangan dalam rangka meningkatkan produktivitas/efisiensi, sustainability dan mendorong penciptaan produk/pasar baru serta nilai tambah kelapa sawit melalui penelitian dan pengembangan kelapa sawit.

Maka penelitian dan pengembangan adalah bagian paling penting dalam proses pengembangan industri kelapa sawit yang berkelanjutan sekaligus memberikan solusi terhadap permasalahan yang terjadi pada kelapa sawit saat ini.

“Hasil dari kegiatan penelitian dan pengembangan ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh industri kelapa sawit, pemerintah maupun oleh petani sawit dan masyarakat,” ucapnya.

Seremoni penandatangan kontrak kerja sama ini dilakukan secara langsung oleh Direktur BPDPKS dan Ketua LPPM USK Prof. Dr. Taufik Fuadi Abidin dan turut disaksikan oleh Wakil Rektor 1 Bidang Akademik Prof. Dr. Agussabti, M.Si.

Dalam kesempatan tersebut, Agussabti menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan dari dua Tim Peneliti USK tersebut. Dirinya berharap, riset yang akan mereka lakukan nanti mampu memberi kontribusi positif untuk memecahkan masalah yang sedang dihadapi masyarakat. Baik ditingkat lokal dan global dengan skema dana dari luar USK yang perlu lebih ditingkatkan lagi.

“Kita berharap,  akan muncul peneliti-peneliti hebat dari USK yang mampu menjadikan USK bersanding dengan universitas besar di Indonesia dan luar negeri," ujarnya.

Selanjutnya, Kepala LPPM USK mengatakan program hibah penelitian kelapa sawit dari hulu hingga hilir yang didukung BPDPKS merupakan program yang sangat kompetitif karena diajukan oleh seluruh peneliti dan pakar dari perguruan tinggi di Indonesia.

Untuk itulah dirinya turut menyampaikan rasa syukur karena  para peneliti USK berhasil memenangkannya. Hal ini menunjukan bahwa ide dan solusi yang ditawarkan para peneliti USK untuk sawit sangat inovatif dan dapat memberi dampak positif dan luas kepada masyarakat dan industri kelapa sawit nasional.

“Ke depan, insyaallah akan lebih banyak lagi hibah riset sawit seperti ini dapat kita menangkan, melalui kelompok peneliti maupun Pusat Riset Sawit dan Kelapa yang kita miliki,” pungkasnya.