FKH Unsyiah Periksa Hewan Kurban di Aceh Besar dan Banda Aceh

16.08.2019 Humas

Lebih dari 300 civitas Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Unsyiah melakukan kegiatan Monitoring dan Pemeriksaan Hewan Kurban 1440 Hijriah. Mereka terdiri dari para dosen, mahasiswa, hingga dokter co-as. Kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat yang rutin dilakukan setiap tahunnya.

Muhammad Akbar, panitia pelaksana, mengatakan kegiatan berlangsung di 23 desa di kawasan Banda Aceh dan Aceh Besar. Kegiatan ini dimobilisasi oleh salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa, yaitu UKM Himpharsia (Himpunan Mahasiswa Pecinta Hewan Besar dan Ruminansia).

“Lebih 100 hewan kurban yang kita tangani dalam program ini,” ujar Akbar, Kamis (15/8).

Kegiatan ini juga melibatkan masyarakat desa yang dituju. Partisipasi masyarakat ini diharapkan untuk dapat mengedukasi mereka dalam memilah daging kurban yang baik untuk dikonsumsi. Ia menambahkan, dalam kegiatan ini mereka menemukan beberapa hewan kurban yang tidak layak dikonsumsi karena ditemukan caci pita dan teridentifikasi penyakit lainnya.

  

Dekan FKH Unsyiah, Dr. drh. Muhammad Hambal mengatakan, kegiatan pemantauan dan pemeriksaan itu sudah dilakukan oleh mahasiswa dan dosen FKH setiap tahun. Kegiatan pemeriksaan kurban tersebut dimulai sehari sebelum lebaran atau disebut dengan pemeriksaan Ante Mortem (AM), dan pada saat pemotongan (pemeriksaan Post Mortem). Pemeriksaan hewan dan daging kurban dinilai penting dalam upaya mewujudkan daging kurban yang Aman Sehat Utuh dan halal (ASUH) yang dibagikan ke masyarakat.

Sementara FKH DR drh Razali, M.Si mengatakan, kegiatan seperti ini dinilai belum memadai jika dibandingkan dengan luas dan banyaknya desa di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Namun dengan jumlah dosen pedamping dan mahasiswa yang terbatas, diharapkan mampu memberikan edukasi dan pengawasan kepada penyelenggara kurban di setiap Gampong agar lebih memahami dalam penyembelihan yang syari dan ASUH.