FMIPA Unsyiah Gelar Webinar Peran Sains Hentikan Covid-19

15.07.2020 Humas

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Syiah Kuala menggelar seri perdana Webinar yang bertemakan “Peran Besar Sains Dalam Menghentikan Pendemi COVID-19”. (Banda Aceh,13/7/2020).

Webinar ini menghadirkan empat orang pakar di bidangnya yang mengupas peluang kontribusi sains dan matematika dalam penyelesaian pandemi Covid-19.

Mereka adalah Prof. Dr. Marwan Ramli, S.Si., M. Si., dosen Magister Matematika FMIPA Unsyiah dan pakar pemodelan dan aplikasi matematika, dan Dr. Saumi Syahreza, S.Si., M.Si yang merupakan dosen di Magister Fisika FMIPA Unsyiah, dan pakar bidang Sistem Informasi Geografis (SIG) dan remote sensing.

Sementara dua pemateri lainnya adalah Dr. Suhartono, S.Si., M.Sc., dosen pengajar di Magister Biologi FMIPA Unsyiah dan  ahli mikrobiologi, serta Prof. Dr.rer.nat. Rinaldi Idroes, S.Si, dosen Magister Kimia, yang juga Ketua program Doktoral Matematika dan Aplikasi Sains (DMAS), yang merupakan ahli kimia analitik yang juga meneliti tentang potensi alam Aceh sebagai antimikroba.

Wakil Dekan I FMIPA Unsyiah, Dr. Nasrullah, S.Si., M.Si., M.Sc. saat membuka kegiatan ini berharap,  webinar ini dapat menjadi kontribusi FMIPA Unsyiah dalam pengembangan dan keilmuan untuk mengatasi tantangan pencegahan dan penanganan COVID-19 di Indonesia, secara umum dan Provinsi Aceh secara khusus.

Sementara Prof. Marwan menyampaikan bahwa pemodelan matematika memiliki peran besar dalam menghentikan pandemi COVID-19. Permodelan matematika untuk COVID-19 yang pernah dibuatnya menunjukan bahwa laju infeksi COVID-19 naik secara ekponensial di Aceh.

“Adanya kebijakan yang massif untuk mencengah penyebaran COVID-19 dengan menjaga jarak, pengujian massal (mass testing)¸ pembatasan migrasi dan lainnya akan memberikan laju infeksi yang kecil dan adanya penurunan jumlah konfirmasi positif COVID-19,” ungkapnya.

Pemateri lainnya, Dr. Saumi memaparkan tentang pengembangan portal pemetaan sebaran COVID-19 Provinsi Aceh. SIG memberikan peran yang sangat besar dalam pemetaan dan pamantauan perkembangan penyebaran COVID-19.  Saat ini tim COVID-19 Unsyiah sedang mengembangkan dua portal SIG yaitu peta statis dan peta dinamis

“Aplikasi dari kedua peta ini dirancang dalam bentuk peta berbasis website (web map) yang bertujuan untuk memberikan informasi terkini terkait dengan perkembangan penyebaran COVID-19 di Aceh,” ucapnya.

Aplikasi ini juga mampu memetakan secara umum tingkat kerentanan berdasarkan wilayah, dan memberikan informasi ke pemerintah agar pemerintah bisa memberikan prioritas utama untuk upaya pencegahan dan penanganan.

Selanjutnya, Dr. Suhartono, S.Si., M.Sc menjelaskan bahwa SARS-CoV-2 adalah penyebab COVID-19. Suhartono menjelaskan secara rinci terkait dengan struktur, karakteristik, replikasi, transmisi, patogenesis, diagnosis, faktor risiko, pencegahan, dan pengobatan.

 Selanjutnya, ia menyampaikan bahwa penelitian biologi dalam mengatasi COVID-19 sudah dan akan dilakukan dengan mengembangkan Antigen Rekombinan (N dan S) SARS-CoV-2 dan Nano-antibiodi untuk aplikasi diagnostik dan pengobatan.

“Penelitian ini juga untuk identifikasi dan isolasi obat antivirus yang menargetkan protein yang telah teridentifikasi dalam Siklus SARS-CoV-2, termasuk Senyawa Bahan Alam,” ucapnya.

Pada sesi terakhir Prof. Rinaldi menyampaikan bahwa telah ada upaya besar riset kimia di Provinsi Aceh untuk berkontribusi bagi berbagai permasalahan dalam masyarakat, termasuk untuk masalah pandemi Covid-19 ini.

“Khusus untuk masalah ini, tanaman obat tradisional local menurut hasil penelitiannya memiliki potensi untuk menjadi obat COVID-19,” ucapnya.

Webinar ini dihadiri oleh sekitar 300 orang peserta dari berbagai macam latar belakang keilmuan, serta dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan  dari luar negeri. Kegiatan ini disiarkan langsung di akun youtube live streaming Unsyiah TV.

FMIPA merencanakan beberapa seri Webinar dalam tahun ini. Seri berikutnya akan dilakukan pada tanggal 22 Juli 2020 dengan mengangkat tema “Cara Tak Biasa Mengajarkan Matematika dan Sains di Era New-Normal”. Webinar kali ini juga akan menghadirkan para pakar di bidangnya, serta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Aceh.