Harumkan Indonesia, Tim TULBAR USK Raih Grand Prize

14.08.2021 Humas

Tim TULBAR dari Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil meraih Grand Prize pada ajang the Rising Star Agri-Food Innovation Challenge 2021 (RSIC 2021). Ajang ini merupakan kompetisi yang diadakan oleh Thought For Food Foundation, bekerjasama dengan Green Growth Asia Foundation dan didukung Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) UNINET.
 
Torehan prestis USK ini dipastikan setelah Executive Director dari Green Growth Asia Foundation (GGAF), Dr. Mahadi Mohammad, mengumumkan pemenang, yang meraih Grand Prize dan Runner Up dalam acara RSIC National Awards Ceremony, yang dilaksanakan 12 Agustus 2021 secara virtual, melalui Zoom dan disiarkan langsung melalui akun Facebook Thought For Food Foundation.

Pada kegiatan itu, dua tim terbaik dari tiga negara, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Thailand, mempresentasikan inovasi masing-masing, sebagai solusi atas masalah pangan dan pertanian di negaranya.

Tim finalis tampil apik dengan persaingan sangat ketat. Dari Indonesia sendiri ada 6 tim, yaitu TULBAR dari USK, Gofresh (ITB, Undip dan Universitas Bengkulu), CeriTech (ITB), Wastera (ITERA), Hi-Fond (Universitas BINUS) dan Kita Pottani (UGM). Tim TULBAR USK berhasil meraih Grand Prize dan tim Hi-Fond mendapatkan peringkat Runner Up.
 

Tim TULBAR  USK terdiri dari Fauzur Rahmat (Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian), Rusiyah Al Adawiyah (Prodi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis), Dini Fadhillah (Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian), Al Yafi (Prodi Teknik Komputer, Fakultas Teknik), dan Zetta Fazira (Teknik Kimia, Fakultas Teknik), dengan bimbingan Novia Mehra Erfiza, S.TP., M.Agric. Mereka menampilkan solusi produk alternatif protein berupa snack bar dari bekatul.

Gagasan bisnis start up yang menarik dan inovatif dipandang sebagai solusi, atas permasalahan pangan dan pertanian, yang ditampilkan mahasiswa pada kompetisi tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa generasi muda saat ini dapat menjadi pemimpin yang handal di masa depan.

Mewakili tim, Fauzur Rahmat menyampaikan, bekatul merupakan produk samping dari industri penggilingan beras yang sering digunakan sebagai pakan ternak. Untuk diketahui TULBAR adalah akronim dari Tempe Bekatul Snack Bar.

"Padahal bekatul tinggi akan kandungan protein, sehingga sangat berpotensi dikembangkan sebagai sumber pangan, untuk mencegah stunting yang merupakan masalah kesehatan pada usia anak-anak, akibat kekurangan gizi, terutama protein," jelaskan, Jumat (13/8).

Lebih jauh, ia mengatakan, produk TULBAR sebagai produk start-up yang inovatif ini memanfaatkan bahan baku lokal, dan diharapkan dapat menjadi solusi yang berdampak besar bagi masyarakat.

Sementara itu, Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng memberikan apresiasi atas torehan tersebut. Ia mengaku bangga dengan mahasiswa dari ketiga negara yang berpartisipasi dalam program yang sangat menginspirasi ini.

"Selamat bagi tim-tim yang sudah bekerja keras dan telah mencapai tahap final serta memenangkan penghargaan ini. Saya berharap pengalaman ini akan menjadi langkah besar dan pengalaman berharga dalam hidup kalian. Saya mendoakan yang terbaik bagi kalian dan semoga sukses selalu," ucap Rektor.

Prof Samsul Rizal menuturkan, program ini bukanlah akhir dari kreatifitas-kreatifitas mahasiswa dalam pengembangan bidang agrikultur yang berkelanjutan. Ia berharap, ke depannya para mahasiswa terus menciptakan ide-ide dan rencana-rencana cemerlang di masa depan.