ICAIOS Gelar Konferensi Internasional Virtual

26.04.2021 Humas

International Center for Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS) menggelar konferensi internasional yang rutin dilaksanakan setiap dua tahun sekali sejak tahun 2007. Konferensi ini bertujuan untuk mengumpulkan para pakar/peneliti dari seluruh dunia khususnya yang meneliti/ahli tentang Aceh dan kawasan di sekitar Samudera Hindia.

Agama, Modernitas dan Pandemik adalah tema yang diangkat ICAIOS dalam dua hari perhelatan akademik internasional yang ke delapan, 7-8 April 2021. Konferensi internasional tahun ini dilaksanakan secara virtual melalui aplikasi Zoom karena kondisi pandemik Covid-19.

Para akademisi dan peneliti lokal, nasional, dan Internasional menjadi pembicara dan peserta dalam konferensi ICAIOS. Sementara pembicara kunci diisi oleh Prof. Anthony Reid (The Australian National University), Prof. Farid Sufian Shuaib (International Islamic University Malaysia), dan Dr. Annemarie Samuels (Leiden University).

menyampaikan

"Modernitas adalah penyebab menurunnya pengaruh perempuan di Asia Tenggara.” Pada masa pra-kolonial perempuan di Kawasan Asia Tenggara memiliki pengaruh dan peran yang cukup besar. Secara praktiknya mereka lebih baik dari Barat. Mereka tidak saja aktif dalam urusan domestic tapi juga dalam berbagai aspek di luar rumah," tutur Prof Reid dalam paparannya.

Lebih jauh, ia menyampaikan, kedatangan Barat dengan imperialisme dan industrialisasi secara perlahan menurunkan pengaruh perempuan. Pasca kolonial, peran perempuan di Asia Tenggara perlahan mulai membaik.

Sementara itu, Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Hubungan Masyarakat, Universitas Syiah Kuala, Professor Hizir Sofyan saat membuka Konferensi ICAIOS mewakili Rektor USK mengapresiasi apa yang selama ini telah dilakukan ICAIOS.

"Konferensi ICAIOS diharapkan dapat menjadi wadah untuk berbagi hasil penelitian, pengalaman, dan pemikiran kritis tentang perkembangan agama, modernitas, dan pandemi.Pemikiran ini diharapkan memberikan masukan bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan praktis di lintas bidang dan budaya," ucap Prof Hizir.

Untuk diketahui, ICAIOS merupakan pusat studi antar-universitas, antar-bangsa tentang Aceh dan kawasan seputar Samudra Hindia yang merupakan wujud kerjasama antar tiga universitas di Aceh (Universitas Syiah Kuala, UIN Ar Raniry, Universitas Malikussaleh), Pemerintah Aceh, Kementerian Ristek Indonesia, dan beberapa lembaga akademik / ilmuan internasional. ICAIOS berkantor di Kampus Darussalam, Banda Aceh sejak awal 2009.