IMT-GT UNINET Akan Perluas Area Kerjasama Mulai Tahun 2021

23.11.2020 Humas

Unsyiah kembali menyelenggarakan pertemuan skala internasional yang kedua yaitu 2nd Indonesia-Malaysia-Thailand-Growth Triangle (IMT-GT) University Network (UNINET) Council Meeting pada Kamis (19/11/20). Pertemuan tahun ini dilakukan secara virtual. Namun begitu kegiatan ini tetap berjalan sukses dan membuahkan hasil yang memuaskan.

Pertemuan ini dibuka oleh Rektor Unsyiah, Prof. Samsul Rizal, selaku Chairman IMT-GT UNINET. Dalam sambutannya, Samsul mengungkapkan, Kerjasama IMT-GT UNINET ini telah memberikan pengaruh positif bagi perkembangan tiga negara ini, kususnya antar universitas yang tergabung.

“Saya mengapresiasikan semua universitas atas komitmen yang diberikan sehingga program ini menjadi lebih kuat dan berkembang. Saya juga berharap program IMT-GT UNINET ini bisa terus memberi kontribusi di masa depan, terutama untuk mencapai visi dan misinya”.

Kegiatan ini kemudian diikuti oleh laporan progress kegiatan selama ini dari setiap perwakilan universitas dari tiga negara. Indonesia diwakili oleh Unsyiah, yaitu Dr. Hizir, Malaysia diwakili oleh Dr. Zainab Haji Mohd. Noor, dari UiTM (Universitas Teknologi MARA) Shah Alam, sementara dari Thailand diwakili oleh Dr. Thaweesak Putsukee dari (TSU) Thaksin University.

Secara keseluruham, setiap kegiatan IMT-GT telah berkembang pesat dengan terlaksananya berbagai kegiatan yang merangkul mahasiswa maupun civitas akademika universitas. Beberapa diantaranya seperti International Conference, UNINET STEM, Talent Mobility Project, IMT-GT Varsity Carnival, Superfruits Project, UNINET Internship, dan Virtual Mobility Program. Tidak hanya sebatas itu, untuk kedepannya kegiatan IMT-GT UNINET akan lebih dikembangkan berdasarkan keahlian atau expertise yang dimiliki oleh setiap universitas. Selain itu akan ada berbagai rangkaian kegiatan dan program baru yang akan dijalankan ditahun depan yang sesuai dengan Era Revolusi 4.0 dan Digitalisasi. Secara umum beberapa diantaranya mencakup area Transformasi Ekonomi & Sosial, Riset & Inovasi, Green Development.

Dr. Hizir mengharapkan, kerjasama antar universitas ini bisa menjadi Think-Tank of IMT-GT, dimana universitas tidak hanya mendukung dalam lingkup pendidikan dan budaya, tapi secara umum juga mendukung sektor Industri berbasis Pertanian & Agro, Transportasi & Konektivitas TIK yang dikaitkan dengan Era Revolusi Industri 4.0, dan Fasilitasi Perdagangan & Investasi.

Kebanyakan anggota IMT-GT UNINET ini juga masuk dalam posisi atas QS World University Ranking, dibawah kerjasama IMT-GT ini diharapkan bisa mendorong universitas-universitas untuk bisa meraih posisi yang lebih baik untuk ke depan.

Pertemuan virtual ini juga dihadiri oleh Netty Muharni, selaku Asisten Deputi Bidang Kerjasama Ekonomi Regional dan Sub-regional, Mr. Firdaus Dahlan, selaku Direktur CIMT (Centre for IMT-GT) Kerjasama Sub-regional, Rektor, Wakil Rektor, direktur-direktur Bagian Kerjasama Internasional, dan sejumlah delegasi serta perwakilan dari universitas tiga negara.  

Untuk diketahui, IMT-GT UNINET beranggotakan puluhan universitas dari tiga Negara, Dari Indonesia diantaranya Universitas Syiah Kuala, Universitas Malikussaleh, Universitas Sumatera Utara, Universitas Riau, Universitas Maritime Raja Ali Haji, universitas Sriwijaya, universitas Andalas, universitas Lampung, universitas Jambi, universitas Bengkulu, universitas Bangka Belitung. Dari Malaysia yaitu Universiti Teknologi Mara, Universiti Pendidikan Sultan Idris, Universiti Teknikal Malaysia Melaka, Universiti Utara Malaysia, Universiti Sains Malaysia, Universiti Malaysia Perlis, Universiti Putra Malaysia, Universiti Kebangsaan Malaysia, Universiti Malaya. Sedangkan dari Thailand yaitu Prince of Songkla University, Thaksin University, Rajamangala University of Technology Srivijaya dan Walailak University.

Pada tahun ini, IMT-GT UNINET menyambut tiga anggota baru yaitu Institut Teknologi Sumatera (Indonesia), Yala Rajhabat University (Thailand), dan Universiti Kelantan Malaysia (Malaysia). Dengan demikian jumlah anggota uninet sekarang adalah 27 anggota yang berasal dari universitas dari tiga Negara.