Kepala BPPT Dukung USK Perkuat Transformasi Digital

28.02.2021 Humas

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Republik Indonesia sekaligus Dosen Luar Biasa  Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala Dr. Ir. Hammam Riza M.Sc, IPU, memberikan dukungan kepada USK untuk terus memperkuat upayanya dalam tranformasi digital. Hal ini disampaikan Hammam Riza saat mengisi Kuliah Umum dengan tema Transformasi Digital dan Artificial Intelligent secara daring kepada civitas USK.   (Banda Aceh, 27 Februari 2021).

 “Transformasi digital ini tidak dapat kita lakukan jika komponen dasarnya tidak kita kuasai. Itulah kenapa penting sekali USK untuk mengembangkan pendalaman yang mendasari transformasi digital ini sehingga bisa melahirkan digital talent lainnya,” ucapnya.

Hammam mengungkapkan, ada beberapa data yang patut menjadi perhatian terkait transformasi digital ini. Di antaranya adalah, jumlah populasi Indonesia yang naik 1,1% atau sekitar 2,9 juta jiwa selama pandemi Covid 19. Selain itu, jumlah pengguna internet Indonesia juga naik cukup signifikan yaitu 27 juta pengguna, dan pengguna aktif media sosial naik 10 juta pengguna.

Data ini, menurut Hammam, menunjukan bahwa Indonesia sebenarnya telah masuk dalam tahapan transformasi digital secara global. Data ini juga menjelaskan, transformasi digital ini adalah sebuah keniscayaan yang harus kita lakukan.

Wabah Covid-19 yang terjadi saat ini, juga turut mendorong Indonesia bergerak lebih cepat ke tahapan transformasi digital tersebut. Sebab semua sektor ekonomi termasuk industri kreatif telah bergerak ke arah digital selama pandemi ini.

Melalui kuliah umum ini, Hammam mencoba untuk meluruskan prespektif bahwa  transformasi digital sejatinya bukanlah tentang bisnis atau teknologi, namun tentang budaya kerja. Hal ini terlihat dari semua pekerjaan yang telah bertransformasi secara digital. Termasuk pula upaya-upaya kreatif yang dapat dilakukan secara digital.

“Jadi, transformasi digital itu bukan teknologi atau bisnis, tapi transformasi digital itu adalah budaya kerja.  Pada saat diri kita bekerja di kantor secara fisik, berubah  dengan menggunakan physical hardware,” ujarnya.

Untuk itulah, Hammam mendorong USK untuk terus menguatkan institusinya, sehingga perguruan tinggi ini bisa membantu pemerintah  lebih cepat dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju melalui transformasi digital ini.

“Tranformasi digital merupakan upaya kita untuk mengubah budaya kerja, itu dapat didukung dengan pemahaman kompetensi yang kita miliki yang memang harus kita lengkapi dari bangku kuliah,” ujarnya.

Rektor USK Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng dalam sambutannya, menyampaikan terima kasih atas kesediaan Hammam untuk sharing pengetahuannya terkait transformasi digital dan artificial intelligent ini.

Rektor mengakui,  artificial intelligent saat ini telah menjadi trend di dunia. Bahkan banyak yang menilai, kehadiran artificial intelligent dapat menjadi ancaman karena dapat menggantikan  manusia dalam pekerjaan.  Hal ini sudah terbukti dengan banyaknya pekerjaan manusia yang hilang karena tergantikan dengan teknologi.

Oleh sebab itu, Rektor menilai dunia perguruan tinggi harus merespon cepat perubahan tersebut. Seperti USK yang telah melakukan berbagai kebijakan untuk menghadapi transformasi digital ini. Di antaranya dengan menyusun buku ajar yang bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa yang belajar teknologi informasi. Selain itu, USK melalui UPT Kewirausaan juga sedang menyusun modul pembelajaran terkait technopreneurship.

“Hal inilah yang harus disahuti Universitas,  terutama program studi untuk mengubah kurikulum agar  sesuai dengan perkembangan teknologi kedepan,” ucap Rektor.