Konsisten Kembangkan Nilam, USK Latih 72 Peserta

21.09.2022 Humas

Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala (USK) - Pusat Riset Unggulan (PUI) Nilam Aceh, memberikan pelatihan pengolahan nilam dan turunannya kepada 72 peserta. Pembukaan pelatihan tersebut berlangsung di Balai Senat kampus setempat. (Banda Aceh 21 September 2022)

Pelatihan ini hadir berkat dukungan Lembaga Amanah. Ketua Amanah, Ir. Mohd. Tanwir, MM menyampaikan, lembaganya merupakan wadah untuk mendorong anak muda Aceh berkreasi, berkarya untuk ekonomi Aceh. Salah satu yang dilakukan, memberikan dukungan modal untuk berperan sesuai keinginan.

"Pelatihan produk nilam dan startup bertujuan untuk, memberikan pengetahuan konsep hilirisasi industri berbasis minyak nilam. Memberikan ketrampilan dasar untuk membuat produk turunan minyak nilam, seperti parfum dan lain-lain. Memberikan modal untuk peserta agar dapat memulai usaha berkelanjutan. Memberikan pendampingan serta konsultasi usaha," jelasnya.

Di momen yang sama, Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan mengatakan, pelatihan tersebut berlangsung selama dua hari. Sejak informasi pelatihan tersebut ada, para calon peserta sangat antusias, lebih 100 orang mendaftar dan terpilih 70-an.

"Kami berharap, peserta yang sudah terpilih bisa istiqamah mengikuti pelatihan dengan serius. InsyaAllah dengan semangat kebersamaan, bisa berkontribusi untuk perekonomian Aceh melalui nilam," ucap Rektor.


USK berterimakasih sekaligus bangga, atas kepercayaan pusat, terutama Kemendikbud serta BIN yang hadir di kesempatan itu. Program pelatihan tersebut sangat serius, demi mewujudkan 'aneuk muda unggul hebat'.

Ia menjelaskan, produk nilam merupakan komoditas unggulan Aceh di masa jayanya. Saat ini, USK dengan jejaring yang ada, berupaya mengembalikan kejayaan nilam Aceh. Dengan penelitian yang optimal, inovasi, nilam Aceh diharapkan mampu menggeliatkan perekonomian Aceh, yang muaranya mensejahterakan masyarakat.

"USK serius mengembangkan nilam. Sejak setahun yang lalu, bersama Bappeda, kami telah mendesain master plan ini. Dengan SDM dan inovasi yang kami miliki, USK punya tanggungjawab besar. Inilah yang ingin kami transfer kepada peserta pelatihan," jelas Prof Marwan.

Sejak berdirinya ARC, USK bukan saja telah bersinergi dengan masyarakat Aceh. Ia mengungkapkan, telah banyak succes story terkait pengembangan nilam dari USK untuk warga. Tidak hanya di Aceh. Baru-baru ini, ARC USK memberikan pelatihan nilam di Makassar.

Rektor menuturkan, upaya mengembangkan nilam Aceh yang dilakukan USK tidak berhenti di pelatihan saja. Pihaknya juga terus melakukan pendampingan hingga berhasil.

"Termasuk yang paling penting adalah akses pasar. Pemasaran secara online, agar bisa diakses masyarakat dunia. Pendampingan mulai dari budidaya sampai hilirisasi marketing. Kita ingin berkelanjutan dan duplikasi produk lain, seperti sariwangi, pala, dan lain-lain," ungkapnya

Sementara itu, Ketua Dewan Analis Strategi BIN, Letjen TNI, Dr. M. Munir menyampaikan, pusat serius menggarap nilam Aceh untuk perekonomian lebih baik. Dirinya menegaskan, tidak ingin pelatihan tersebut sekadar seremonial belaka.

"Saya dapat perintah Januari. Kemudian ke Aceh. Saya bertemu lintas kementerian untuk menjadikan Aceh unggulan," beber Munir.

Ia menyampaikan, Presiden Jokowi sangat antusias terhadap inovasi pengembangan nilam Aceh. Munir menilai, Aceh diberkahi dengan letak geografis. Selain subur, Aceh sangat dekat dengan Selat Malaka. Ini menjadi tantangan, bagaimana kapal ekspor impor bisa transit di Aceh.

"Kita bangun ekosistem ekonomi Aceh, hingga off teker," sebutnya.