LP3M USK Gelar Workshop untuk Calon Auditor Internal

20.12.2021 Humas

Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Syiah Kuala menggelar workshop kepada calon auditor mutu internal, yang dimulai sejak 20 – 22 Desember 2021. Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Rektor I USK Prof. Dr. Ir. Marwan di Balai Senat USK. (Banda Aceh, 20 Desember 2021).
Kegiatan ini diikuti oleh 40 calon auditor internal yang berasal dari 12 fakultas serta program pascasarjana USK. Termasuk di antaranya adalah calon auditor yang berasal dari empat prodi di Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Gayo Lues.
Ketua LP3M USK Prof. Dr. Adlim, M.Sc menjelaskan, auditor internal memiliki peran yang sangat penting dalam upaya menjaga kualitas  akademik sebuah perguruan tinggi. Sebab Auditor Internal  berada di garda terdepan dalam mengawal mutu program studi di perguruan tinggi.


Oleh karena itu, LPPPM bersama Pusat Audit Mutu Internal Terintegrasi (PAMIT) menilai kegiatan workshop ini sangatlah penting bagi para calon auditor internal USK.  Apalagi Prof Adlim menilai, audit internal ini merupakan proses yang tidak bisa lepas dari system penjaminan mutu nasional dan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).

“Tujuan kegiatan ini, adalah untuk memberi bekal kepada bapak/ibu, dengan kebijakan atau aturan yang akan kita pakai saat lakukan audit nanti,” ucapnya.

Sementara itu, Prof. Marwan dalam sambutannya saat membuka kegiatan ini mengatakan, dirinya mengucapkan terima kasih atas kesediaan para dosen USK ini untuk mendedikasikan dirinya menjadi Auditor Mutu Internal (AMI) USK. 

Prof. Marwan menyakini, pengalaman mereka selama di fakultas dalam menjaga mutu prodi sangatlah penting jika kelak mereka menjadi auditor internal. Prof. Marwan pun berahap, auditor internal tidak hanya bertugas untuk mengecek atau memeriksa. Akan tetapi, harus mampu memberikan pendampingan atau masukan apa yang semestinya harus diperbaiki. 

“Jadi auditor itu kesannya jangan hanya mencari kesalahan, namun harus mampu memberikan pendampingan. Tapi saya yakin dengan interaksi yang sudah terjalin dengan baik, bapak/ibu di sini bisa menjalankan tugas tersebut dengan baik pula,” ucapnya.

Di sisi lain Prof. Marwan juga menilai keberadaan AMI  juga sangat penting bagi USK. Mengingat saat ini USK sedang bertransformasi menjadi Perguruan Tinggi Berbadan Hukum (PTN BH). Jika USK sudah menjadi PTN BH, maka kampus ini punya keleluasaan dalam membuka prodi baru.

Karena itulah, Prof. Marwan mengungkapkan peran AMI sangat penting bagi USK jika menjadi PTN BH. Pembukaan prodi baru tentu membutuhkan penilaian dari AMI.